Kantongi Aset US$2 Miliar, ABMM Siapkan Ekspansi dengan Tiga Syarat Ini

Kantongi Aset US$2 Miliar, ABMM Siapkan Ekspansi dengan Tiga Syarat Ini
Ilustrasi PT ABM Investama Tbk (ABMM)(https://img2.beritasatu.com/cache/investor/960x620-3/2023/11/1699344024-1600x1066.webp)

JAKARTA – PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana menggelar ekspansi bisnis dengan berbekal kekuatan aset senilai US$2 miliar atau setara Rp35,47 triliun (asumsi kurs Rp17.370 per US$). Emiten jagoan Lo Kheng Hong ini pun memasang tiga kriteria ketat sebelum melangkah lebih jauh.

Direktur dan CFO PT ABM Investama Tbk Hans Manoe menyampaikan bahwa dengan nilai aset US$2 miliar tersebut, perseroan terbuka untuk masuk lini bisnis apa pun. Sebab, perseroan memiliki visi misi untuk mempekerjakan sebanyak mungkin masyarakat Indonesia.

Kendati demikian, kriteria pertama yang menjadi prioritas utama ABMM adalah seleksi mitra bisnis sebelum memutuskan langkah ekspansi. Pemilihan mitra yang tepat dinilai krusial untuk menekan risiko, mengingat orientasi investasi perseroan bersifat jangka panjang.

"Kami tidak mau bermain jangka pendek. Dengan bank pemerintah maupun swasta, kami pun bermain panjang. Bisa dilihat di neraca kami yang heavy non-current asset. Artinya, bisnis kami jangka panjang. Kami harus yakin bahwa mitra bisnis dan stakeholder kami juga jangka panjang," ungkap Hans dalam konferensi pers baru-baru ini, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Beranjak ke kriteria kedua, bisnis yang akan disasar ABMM dalam rencana ekspansi wajib memiliki standar keberlanjutan yang terukur. Perseroan pun memilih melangkah hati-hati dan tidak terburu-buru demi menghindari paparan terhadap bisnis atau aset yang tidak sustain.

Hal ini semakin relevan mengingat emiten batu bara bersandi saham ABMM memiliki kesempatan mengeksplor seluruh potensi bisnis energi berkat dukungan belanja modal (capital expenditure/capex) yang solid. "Jadi, once kami lihat bisnisnya bagus dan mitra bisnisnya cocok, kami akan masuk," ujar Hans.

Pendekatan ini terbukti lewat kemitraan yang sudah terjalin dengan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), di mana sebelumnya ABMM telah membangun hubungan kerja dengan entitas GEMS yakni PT Kuansing Inti Makmur (KIM) selaku pemegang izin usaha pertambangan (IUP) di Sumatra. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kepercayaan yang membuat perseroan semakin nyaman menjalin kerja sama dengan emiten Grup Sinar Mas itu.

Adapun kriteria ketiga menyentuh aspek standar akuntansi dalam skema kepemilikan bertahap yang diterapkan ABMM saat memasuki bisnis baru. Ketika penilaian atas bisnis dan mitra sudah dinyatakan layak, perseroan akan memulai dengan posisi minority shareholder di bawah 20% guna meminimalisir risiko awal.

Seiring meningkatnya keyakinan dan kapabilitas perseroan, porsi kepemilikan akan diperbesar melampaui 50% agar aset tersebut resmi menjadi anak usaha ABMM. "Kami akuisisi, pendapatannya kami ambil sehingga konsolidasi pun berjalan," tutup Hans.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index