Cum Date ASII 5 Mei 2026, Dividen Rp 29.200/Lot Menanti Investor

Cum Date ASII 5 Mei 2026, Dividen Rp 29.200/Lot Menanti Investor
Ilustrasi PT Astra International Tbk (ASII) (https://img.idxchannel.com/images/idx/2022/09/27/Sejarah_dan_Profil_ASII.jpg)

JAKARTA – Saham blue chip PT Astra International Tbk (ASII) menjadi sorotan pasar menjelang cum date dividen yang jatuh pada 5 Mei 2026 dengan nilai Rp 29.200 per lot, membuka peluang bagi investor yang belum memiliki saham ini untuk segera mengambil posisi.

Mengutip pengumuman di laman ksei.co.id, ASII akan membagi dividen tunai senilai Rp 292 per saham. Sebelumnya, perusahaan milik Grup Astra ini telah membagikan dividen interim sebesar Rp 98 per saham.

Dengan demikian, total dividen ASII dari tahun buku 2025 sebesar Rp 390 per saham. Pemegang saham yang berhak atas dividen ASII akan menerima pembayaran dividen pada 25 Mei 2026.

Adapun tanggal terakhir perdagangan saham ASII yang memuat hak dividen alias cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Mei 2026. Artinya, jika mengincar dividen, tapi belum punya saham, masih ada kesempatan membelinya paling lambat pada tanggal tersebut.

Begitu pula bagi yang sudah punya saham ASII, wajib memegangnya hingga akhir perdagangan pasar 7 Mei 2026, jika tidak mau kehilangan hak dividen. Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen.

Berikut detail jadwal dividen final ASII tahun buku 2025: Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi 5 Mei 2026, Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi 6 Mei 2026, Cum Dividen Pasar Tunai 7 Mei 2026, Recording Date 7 Mei 2026, dan Payment Date 25 Mei 2026. Investor perlu mencermati jadwal ini agar tidak melewatkan hak atas dividen saham blue chip tersebut.

Harga saham ASII pada akhir perdagangan Jumat 1 Mei 2026 parkir di Rp 5.975, turun 75 poin atau 1,24% dibandingkan sehari sebelumnya. Dengan asumsi membeli saham pada harga tersebut, maka potensi yield dividen atau tingkat pengembalian dari modal yang diinvestasikan pada saham tersebut sekitar 4,88%.

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Di BEI, saham blue chip menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45.

Di tengah tren pelemahan harga saham dan rencana dividen, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan accumulative buy ASII dengan target harga di Rp 7.900. Menurutnya, ASII memiliki prospek kinerja yang cerah seiring kembali beroperasinya bisnis tambang emas Martabe.

Terhentinya bisnis tambang emas Martabe turut menekan kinerja ASII pada kuartal I-2025. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, ASII membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 78,66 triliun, turun 5,63% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 83,36 triliun.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk ASII turun 15,61% secara tahunan menjadi Rp 5,85 triliun di kuartal I-2025 dari capaian kuartal I-2025 sebesar Rp 6,93 triliun. Penurunan ini menjadi catatan penting bagi investor dalam mengevaluasi posisi saham ASII ke depan.

"(Martabe) Ini harusnya bisa mendorong pemulihan margin karena tambang emas ini memiliki margin 8% yang jauh lebih tinggi dan stabil dibanding jasa batubara atau penjualan alat berat," katanya saat dihubungi Kontan, Rabu (29/4/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, pergerakan harga emas dunia yang masih kuat pada tahun buku 2026 bisa menjadi katalis tambahan dari Tambang Emas Martabe yang akan membantu menyeimbangkan dan berfungsi sebagai hedging. Dengan kombinasi dividen menarik dan potensi pemulihan kinerja, saham ASII tetap layak dicermati para investor di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index