Saham ICON Cetak Laba Ini Rekomendasi dan Prospeknya

Saham ICON Cetak Laba Ini Rekomendasi dan Prospeknya
Ilustrasi PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) (https://images.bisnis.com/posts/2018/12/17/870187/icon.jpg)

JAKARTA – Rekomendasi saham ICON usai cetak laba bersih 2025 dengan kinerja positif dan kenaikan harga saham signifikan sepanjang tahun berjalan.

Kinerja PT Island Concepts Indonesia Tbk mulai menunjukkan perbaikan setelah periode tekanan yang cukup panjang dalam beberapa tahun terakhir. Emiten sektor akomodasi dan pariwisata ini berhasil mencatatkan hasil positif yang menarik perhatian pasar.

PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) berhasil membalikkan kondisi keuangan setelah empat tahun berturut-turut mencatat kerugian. Perubahan ini menjadi sinyal awal pemulihan kinerja perusahaan.

Melansir laporan tahun buku 2025, ICON membukukan laba bersih laba bersih komprehensif sebesar Rp 5,87 miliar. Ini berbanding terbalik dengan rugi Rp 2,27 miliar pada 2024.

Dari sisi pendapatan, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup solid. Kinerja ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas bisnis yang lebih stabil.

Pendapatan ICON tumbuh 13,5% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp 232,5 miliar. Pada 2024, ICON hanya membukukan pendapatan Rp 204,9 miliar.

Kinerja fundamental yang membaik turut berdampak pada pergerakan harga saham di pasar. Saham ICON mulai mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), ICON ditutup menguat 12,80% ke level Rp 414 per saham. Kenaikan ini menjadi salah satu yang menonjol di sektor terkait.

Dalam sebulan terakhir, saham ICON sudah menguat 35,58%. Secara year to date, saham ini bahkan melonjak hingga 83,12%.

Pergerakan harga saham yang agresif ini tidak lepas dari faktor teknikal yang mulai menunjukkan perubahan tren. Investor mulai mencermati peluang dari pola pergerakan tersebut.

Praktisi Trading sekaligus Board of Director International Federation of Technical Analyst Indrawijaya Rangkuti menjelaskan bahwa saham ICON telah keluar dari fase konsolidasi panjang. Periode tersebut sebelumnya terjadi di kisaran harga yang relatif rendah.

“Volume perdagangan mulai meningkat signifikan sejak Agustus–September 2025, diikuti akselerasi kuat di awal 2026 dengan volume spike lebih dari 2 juta lot pada 27 Februari 2026 ,” katanya, Minggu (3/6) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menjelaskan bahwa pola pergerakan saham menunjukkan tren yang mulai menguat. Hal ini terlihat dari pembentukan higher low sejak September 2025.

Indra menjelaskan saham ICON membentuk higher low sejak September 2025. Menurutnya, investor dapat mencermati resistance di Rp 149 sampai Rp 173 dan support di area Rp 127–Rp 116.

“Saat ini saham ICON terlihat membentuk medium term market sideway, 2 hari terakhir membuat higher low tetapi tidak membuat higher higher sehingga ada potensi gap up,” jelas dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, saham ICON masih memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan oleh investor. Salah satunya adalah ukuran kapitalisasi pasar yang relatif kecil.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 153 miliar, ICON tergolong saham small-cap. Kondisi ini membuat pergerakan harga cenderung lebih fluktuatif.

Likuiditas yang masih rendah membuat saham ini berpotensi mengalami pergerakan tajam dalam waktu singkat. Hal ini menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan.

“Pemulihan laba di 2025 memberikan angin segar bagi ICON setelah periode sulit. Namun ICON tetap menghadapi tantangan likuiditas dan ketergantungan pada pemulihan sektor hospitality serta jasa pendukung industri,” kata dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ke depan, keberlanjutan kinerja perusahaan menjadi perhatian utama pelaku pasar. Investor mulai menilai apakah momentum ini dapat dipertahankan.

Lebih lanjut, Indra menyarankan investor untuk mencermati laporan keuangan lengkap dan strategi ekspansi manajemen. Langkah ini penting untuk menilai prospek jangka panjang saham ICON.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index