Berburu Dividen Mei 2026: Rekomendasi Saham ASII, AKRA hingga BMRI

Berburu Dividen Mei 2026: Rekomendasi Saham ASII, AKRA hingga BMRI
Ilustrasi Dividen Saham (https://pintarsaham.id/wp-content/uploads/header-mandiri-24-04_ratio-16x9-1.jpg)

JAKARTA – Pasar modal Indonesia bersiap menyambut banjir likuiditas dari sejumlah emiten yang akan membagikan keuntungan kepada para investornya pada awal Mei ini. Berdasarkan data yang dihimpun, jadwal cum date pembagian dividen tersebut berlangsung mulai Senin (4/5/2026) hingga hari Jumat (8/5/2026).

Sejumlah nama besar tercatat masuk dalam daftar panjang emiten yang siap memanjakan pemegang saham melalui dividen tunai. Daftar tersebut mencakup raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) hingga perusahaan kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Selain itu, sektor perbankan dan infrastruktur juga turut meramaikan daftar dengan hadirnya PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) serta PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Tak ketinggalan, emiten konsumer PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dan sektor tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS) juga ikut serta.

Properti dan distribusi energi pun ambil bagian melalui PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) serta PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Kelompok emiten ini menjadi daya tarik utama bagi para pencari pendapatan tetap dari pasar modal di tengah fluktuasi indeks.

Gelombang pembagian keuntungan ini semakin semarak dengan keikutsertaan emiten dari sektor asuransi dan jasa keuangan lainnya. Tercatat nama PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT), PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG), hingga pengelola perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk (EAST).

Sektor perbankan daerah dan industri makanan juga tidak mau ketinggalan dalam momen strategis di pekan pertama Mei 2026 ini. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) serta PT Sekar Laut Tbk (SKLT) telah menetapkan jadwal distribusi hak pemegang saham.

Beberapa nama besar lainnya yang patut dicermati investor adalah PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) dan PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN). Selain itu, produsen komponen otomotif PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dan emiten unggas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga masuk daftar.

Menutup deretan emiten tersebut, terdapat PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) serta salah satu bank terbesar milik negara, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Banyaknya jumlah emiten ini memberikan variasi pilihan bagi para investor untuk menyusun strategi portofolio yang lebih optimal.

Momentum pembagian dividen kali ini terasa istimewa karena terjadi saat kondisi pasar sedang mengalami tekanan teknikal yang cukup dalam. Kondisi ini justru dilihat sebagai kesempatan emas bagi mereka yang memiliki orientasi investasi jangka panjang maupun pendek.

Nafan Aji Gusta selaku Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas memberikan pandangan optimis mengenai situasi pasar saat ini. "Banyak saham dengan fundamental kuat yang saat ini diperdagangkan di bawah nilai wajarnya, sehingga menarik untuk strategi investasi jangka panjang," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut pengamatannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal sedang berada di area oversold yang berarti sudah jenuh jual. Hal ini menciptakan celah bagi para dividen hunter untuk masuk ke saham-saham pilihan dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Fundamental emiten yang tetap solid di tahun 2026 menjadi pondasi kuat mengapa aksi korporasi ini sangat dinantikan oleh publik. Selain mengharapkan imbal hasil dari dividen tunai, investor juga mengincar potensi keuntungan dari kenaikan harga saham atau capital gain.

Dukungan sektor yang kondusif diharapkan mampu menopang pergerakan saham-saham ini setelah periode pembagian dividen berakhir nantinya. Peluang mendapatkan dividen interim tambahan di sepanjang sisa tahun 2026 juga menjadi pemanis yang sulit untuk diabaikan begitu saja.

Di sisi lain, analis Panin Sekuritas yakni Elandry Pratama memberikan rekomendasi yang lebih spesifik bagi para pelaku pasar. Ia menyebutkan bahwa PT Astra International Tbk (ASII) tetap menduduki posisi sebagai pilihan utama bagi pengumpul dividen.

Keunggulan utama ASII terletak pada diversifikasi bisnisnya yang sangat luas, mencakup otomotif, alat berat, hingga komoditas global. Meskipun daya beli masyarakat sedang dalam sorotan, kinerja perusahaan multifaset ini diperkirakan akan tetap tangguh hingga tutup tahun nanti.

Selanjutnya, perhatian analis tertuju pada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang menawarkan daya tarik ganda bagi para investor. AKRA dinilai menarik karena mampu menyajikan kombinasi antara yield dividen yang kompetitif serta prospek pertumbuhan bisnis yang nyata.

Bisnis distribusi energi yang kuat ditambah pengembangan kawasan industri JIIPE menjadi mesin pertumbuhan utama bagi emiten berkode saham AKRA ini. Hal ini memberikan keyakinan bahwa aliran dividen perusahaan akan tetap terjaga di masa-masa mendatang secara konsisten.

Untuk investor yang mengutamakan stabilitas, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menjadi nama yang tidak boleh dilewatkan dalam daftar pantauan. SMSM telah lama dikenal sebagai perusahaan yang sangat loyal dalam membagikan laba kepada para pemegang sahamnya setiap tahun.

Kekuatan utama SMSM didorong oleh basis pasar ekspor yang sangat luas sehingga tidak hanya bergantung pada kondisi ekonomi domestik. Kondisi fundamental yang kokoh membuat saham ini layak dijadikan tulang punggung dalam portofolio investasi yang bertipe moderat.

Bergeser ke sektor perbankan regional, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) masih menjadi primadona di kelasnya. Saham ini secara historis selalu menawarkan tingkat yield dividen yang jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan.

Kinerja BJBR yang stabil setiap tahunnya memberikan rasa aman bagi investor yang mengincar pendapatan tetap dari bursa saham. Sektor perbankan daerah memang memiliki karakteristik khusus yang cenderung lebih defensif terhadap gejolak ekonomi nasional yang dinamis.

Terkait strategi eksekusi di pasar, Elandry menyarankan pembagian kategori saham berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing individu. Untuk saham kategori unggulan seperti ASII, AKRA, dan SMSM, rekomendasi yang diberikan adalah beli atau buy.

Target harga untuk ASII dipatok pada rentang Rp6.300 hingga Rp6.400, sementara untuk AKRA berada di kisaran Rp1.800 sampai Rp2.000. Sedangkan untuk SMSM, target harga yang diproyeksikan oleh analis Panin Sekuritas berada pada level Rp2.000 hingga Rp2.200 per lembar.

Bagi investor yang sudah memiliki saham BJBR dan BTPN, disarankan untuk tetap mempertahankannya demi mengejar target dividen tahun ini. Kedua saham perbankan ini mendapatkan rekomendasi hold dengan target harga masing-masing di level Rp900 untuk BJBR dan Rp2.100 untuk BTPN.

Selain strategi jangka panjang, para pelaku pasar juga bisa menerapkan gaya investasi defensif melalui saham-saham di sektor kesehatan. Saham seperti PRDA dan HEAL dinilai cocok untuk dipertahankan karena sifat bisnisnya yang tetap dibutuhkan dalam kondisi ekonomi apapun.

Namun, bagi investor yang memiliki profil risiko tinggi dan menyukai volatilitas, terdapat opsi untuk melakukan trading jangka pendek. Saham-saham seperti GOOD, TRIS, GMTD, ASJT, AMAG, dan EAST lebih direkomendasikan untuk dimanfaatkan sentimen dividennya saja secara sesaat.

Strategi trading ini bertujuan untuk memanfaatkan fluktuasi harga yang biasanya meningkat menjelang tanggal cum date dividen tiba. Investor diharapkan tetap waspada terhadap potensi penurunan harga setelah tanggal tersebut atau yang biasa disebut dengan dividend trap.

Secara keseluruhan, awal Mei 2026 menjadi periode yang sangat krusial bagi perjalanan investasi banyak pihak di Bursa Efek Indonesia. Perpaduan antara harga saham yang sedang murah dan jadwal pembagian laba menciptakan sebuah peluang strategis yang jarang terjadi.

Fundamental emiten yang tetap terjaga menjadi bukti bahwa korporasi di Indonesia masih memiliki daya tahan di tengah isu regulasi baru. Investor disarankan untuk tetap melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam satu saham dividen tertentu.

Kemampuan investor dalam mengukur batas risiko dan target keuntungan akan menjadi pembeda hasil akhir di portofolio masing-masing. Pemanfaatan data cum date yang akurat sangat membantu dalam menentukan waktu masuk dan keluar pasar yang paling menguntungkan.

Momen ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat untuk kembali melirik pasar modal sebagai sarana lindung nilai kekayaan. Dengan strategi yang tepat, dividen bukan sekadar bonus, melainkan komponen utama dalam mempercepat tercapainya kebebasan finansial yang dicita-citakan.

Keberagaman sektor emiten yang membagikan dividen kali ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih bergerak di jalur yang positif. Tetaplah memantau perkembangan berita ekonomi terkini agar tidak tertinggal momentum berharga di lantai bursa selama pekan pertama Mei ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index