Pendapatan INET Meroket 3.070%, Saham Langsung Diburu

Pendapatan INET Meroket 3.070%, Saham Langsung Diburu
Ilustrasi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) (https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/1200x0/webp/photo/p1/385/2026/04/14/Screenshot-2026-04-14-074748-4200584986.png)

JAKARTA – Saham INET langsung diburu investor usai laba emiten ngacir 220% dan pendapatan bersih meroket 3.070% di kuartal I-2026.

Pasar modal kembali diramaikan oleh kinerja cemerlang PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), emiten di bidang infrastruktur telekomunikasi yang berhasil mencetak angka-angka keuangan yang mengesankan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Respons investor pun langsung terlihat dari pergerakan harga saham INET yang diburu di lantai bursa begitu laporan keuangannya dipublikasikan.

Pendapatan bersih INET tercatat Rp 383,60 miliar pada kuartal I-2026, meroket 3.070% dari Rp 12,10 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Lonjakan luar biasa ini ikut mendorong laba bruto tumbuh 789% menjadi Rp 45,99 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 5,17 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 791% menjadi Rp 13,66 miliar, dibandingkan Rp 1,53 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan laba bersih tersebut sekaligus mendorong Laba Per Saham Dasar (EPS) naik ke Rp 0,61 dari sebelumnya Rp 0,20 pada periode yang sama tahun lalu.

Laba usaha INET pun tumbuh lebih dari 1.300% secara tahunan dan mencapai Rp 28,62 miliar. Meski beban umum dan administrasi ikut naik menjadi Rp 16,05 miliar dari Rp 2,74 miliar, pertumbuhan pendapatan yang sangat besar mampu menutup kenaikan beban tersebut dengan selisih yang lebar.

Dari sisi neraca, posisi kas INET melonjak drastis menjadi Rp 4,49 triliun per 31 Maret 2026, jauh di atas posisi Rp 404,44 miliar pada akhir Desember 2025. Total aset ikut berkembang signifikan menjadi Rp 5,69 triliun, dari Rp 760,37 miliar pada akhir 2025.

Total liabilitas INET tercatat Rp 1,96 triliun, naik dari Rp 331,16 miliar, seiring dengan penerbitan utang obligasi dan utang sukuk jangka panjang masing-masing senilai Rp 298,50 miliar dan Rp 295,00 miliar. Ekspansi aset dan liabilitas ini mencerminkan langkah agresif perseroan dalam membangun kapasitas bisnis untuk pertumbuhan jangka panjang.

Secara fundamental, lonjakan pendapatan INET didorong oleh ekspansi lini bisnis yang mencakup layanan FTTH, jasa pembangunan jaringan, hingga bisnis IRU kabel laut. Perseroan juga tengah mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI), kontraktor kabel bawah laut yang memiliki dua unit kapal spesialis, yang akan dibahas dalam RUPSLB pada 19 Mei 2026.

Melihat deretan angka positif tersebut, pelaku pasar langsung merespons dengan memburu saham INET di perdagangan Bursa Efek Indonesia. Kinerja INET di kuartal I-2026 ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa strategi ekspansi agresif perseroan di sektor infrastruktur digital mulai membuahkan hasil yang terukur bagi para pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index