Harga Bitcoin BTC Melemah, Level US$ 79.000 Jadi Penentu Arah

Harga Bitcoin BTC Melemah, Level US$ 79.000 Jadi Penentu Arah
Ilustrasi Bitcoin (BTC) (https://www.bcbgroup.com/en-fr/wp-content/uploads/sites/2/2021/12/Embryo-12-1-700x394.jpg)

JAKARTA – Level US$ 79.000 kini menjadi sorotan utama pelaku pasar kripto global seiring harga Bitcoin (BTC) yang kembali tertekan pada awal pekan ini, dipicu oleh meredanya optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.40 WIB, Senin (4/5/2026), kapitalisasi pasar kripto global naik 0,45% menjadi US$ 2,62 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini malah terlihat melemah 0,2% ke US$ 78.587 per koin atau sekitar Rp 1,36 miliar (kurs Rp 17.334).

Pergerakan mayoritas aset kripto lainnya pun beragam pada hari ini, mencerminkan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar naik 0,24%, dengan Ethereum menguat 0,27% ke US$ 2.325, dan Binance (BNB) stabil di US$ 618.

Di sisi lain, sejumlah aset kripto altcoin justru ikut tertekan mengikuti pelemahan Bitcoin. Dogecoin (DOGE) malah turun 0,01% ke US$ 0,1, Solana (SOL) terpukul 0,48% ke US$ 84, dan XRP terkoreksi 0,41% ke US$ 1,39.

Dikutip dari CoinTelegraph, sentimen pasar sempat terdorong oleh harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang turut mengangkat aset berisiko, termasuk kripto. Namun optimisme itu berangsur mereda, sehingga tekanan kembali menghampiri pasar aset digital termasuk Bitcoin (BTC), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi geopolitik memang kerap menjadi faktor penggerak utama harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir. Hal serupa sempat terjadi pada April 2025 di tengah ketegangan tarif era Presiden AS Donald Trump, saat Bitcoin melemah ke US$ 76.000.

Secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini berada dalam zona yang cukup ketat antara level resistance dan support penting. Setelah sempat reli sekitar 30% dari bawah US$ 60.000 sejak awal Februari, laju kenaikan tertahan di area US$ 78.000–80.000 yang menjadi zona jual kuat.

Zona US$ 79.000 kini menjadi titik krusial yang diawasi ketat oleh para pelaku pasar untuk menentukan apakah Bitcoin mampu melanjutkan pemulihan atau justru terkoreksi lebih dalam. Pergerakan harga di atas atau di bawah level ini diyakini akan menjadi sinyal arah berikutnya bagi pasar kripto secara keseluruhan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index