JAKARTA – Bursa Asia menguat pagi ini dengan Kospi mencetak rekor baru didorong sentimen global dan perkembangan geopolitik terbaru di pasar keuangan internasional.
Pergerakan pasar saham di kawasan Asia menunjukkan tren positif pada awal pekan, dengan sejumlah indeks utama dibuka di zona hijau. Sentimen eksternal menjadi faktor dominan yang mendorong optimisme pelaku pasar.
Indeks Hang Seng dibuka menguat 1,4% ke 26.138,34 pada perdagangan pagi ini. Penguatan ini menjadi bagian dari tren kenaikan yang terjadi secara merata di beberapa bursa regional.
Indeks Taiex terlihat melesat 2,65% menjadi 39.956,29, sementara indeks Kospi melonjak 3,08% ke 6.802,25. Kinerja tersebut menempatkan pasar Korea Selatan sebagai salah satu yang paling menonjol di kawasan.
Di sisi lain, indeks ASX 200 menguat tipis 0,07% ke 8.736,1. Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,55% ke 4.939,89 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,13% ke 1.729,88.
Bursa Asia menguat dengan pergerakan yang bervariasi, namun saham Korea Selatan mencatat kenaikan signifikan hingga mencapai rekor baru. Pencapaian ini terjadi setelah penguatan bulanan yang kuat sepanjang April.
Kenaikan di pasar Korea Selatan dipengaruhi oleh perhatian investor terhadap dinamika geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Selain itu, rencana pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz turut memberikan sentimen positif.
AS akan berupaya untuk "membebaskan" kapal-kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz sejak awal perang Iran, kata Presiden AS Trump dalam unggahan Truth Social-nya pada hari Minggu sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Upaya yang dijuluki "Proyek Kebebasan" ini akan dimulai pada hari ini (4/5/2026), waktu Timur Tengah. Fokus utamanya adalah mengeluarkan kapal-kapal sipil yang tidak terafiliasi konflik agar dapat kembali beroperasi.
"Dukungan militer AS untuk Proyek Kebebasan akan mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15.000 anggota militer," kata Komando Pusat AS tak lama setelah pengumuman Trump sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Respons pasar terhadap kebijakan tersebut turut tercermin pada pergerakan harga minyak dunia. Harga energi mengalami penurunan setelah pengumuman inisiatif tersebut disampaikan.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli 2026 turun 0,59% menjadi US$ 101,34 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent melemah 0,27% menjadi US$ 107,88 per barel.
Perdagangan di beberapa negara Asia tidak berlangsung aktif karena adanya hari libur nasional. Bursa saham Jepang dan China tercatat tidak beroperasi pada hari ini.
Dari kawasan Amerika Serikat, kontrak berjangka saham diperdagangkan mendekati titik datar pada Minggu malam. Pergerakan ini menunjukkan sikap hati-hati investor global menjelang pembukaan pasar.
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1% dan Nasdaq 100 juga menguat 0,1%. Sementara itu, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 100 poin atau 0,2%.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama di Wall Street mencatatkan kinerja beragam. S&P 500 dan Nasdaq Composite sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa sebelum ditutup menguat.
S&P 500 naik 0,29% dan Nasdaq menguat 0,89% pada akhir pekan lalu. Namun, Dow Jones Industrial Average justru turun 152,87 poin atau 0,31% di tengah pergerakan pasar yang tidak merata.