Kinerja MSTI 1Q26 In-Line, Kontrak Baru Terus Masuk

Kinerja MSTI 1Q26 In-Line, Kontrak Baru Terus Masuk
Ilustrasi PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) (https://facsekuritas.co.id/storage/media/original/msti.jpg)

JAKARTA – PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) membukukan laba bersih pada kuartal pertama 2026 yang dinilai sejalan dengan ekspektasi konsensus analis, sekaligus mencatatkan pemesanan kontrak baru yang turut memperkuat pipeline bisnis perseroan.

Perseroan yang berfokus pada solusi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) ini kembali membuktikan ketangguhan fundamentalnya di tengah dinamika industri teknologi yang terus bergerak cepat. Catatan kinerja tersebut menegaskan bahwa permintaan terhadap layanan integrasi sistem dan infrastruktur ICT dari segmen perbankan, minyak dan gas, serta telekomunikasi tetap solid memasuki tahun 2026.

Sebagai gambaran, pada kuartal pertama 2025, MSTI membukukan laba bersih sebesar Rp115,3 miliar dengan pendapatan mencapai Rp1,2 triliun, tumbuh 9,1 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun. Margin laba bersih perseroan tercatat di kisaran 9,6 persen, sementara EBITDA margin berada di level 12,8 persen—angka yang mencerminkan efisiensi operasional yang terjaga.

Analis dari IndoPremier Sekuritas menilai hasil kuartal pertama 2026 ini masih sejalan dengan proyeksi yang telah ditetapkan, baik dari sisi laba bersih maupun pemesanan kontrak baru.

Mastersystem berpendapat, bahwa pemesanan kontrak baru pada kuartal pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi kelangsungan pertumbuhan pendapatan sepanjang sisa tahun, mengingat pola bisnis ICT yang lazimnya bersifat back-loaded atau lebih berat di semester kedua.

Dari sisi neraca, perseroan diketahui memiliki posisi kas yang kuat sejalan dengan hasil kuartal pertama 2025 yang mencatat kas sebesar Rp1,4 triliun dengan ekuitas Rp2,3 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas yang konservatif mencerminkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola struktur permodalan perusahaan.

Sejak berdiri pada 1994, MSTI telah berkembang menjadi salah satu penyedia infrastruktur ICT terkemuka di Indonesia. Portofolio layanannya mencakup data center dan infrastruktur cloud, manajemen bisnis digital, keamanan adaptif, solusi big data dan kecerdasan buatan, hingga layanan jaringan telekomunikasi. Ragam solusi ini menjadikan perseroan sebagai mitra strategis bagi berbagai industri yang tengah menjalani transformasi digital.

Adapun dalam tahun penuh 2024, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp5,36 triliun atau tumbuh 27,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,20 triliun. Laba bersih tahunan turut meningkat 18,46 persen menjadi Rp530,37 miliar, menandai tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Tren pertumbuhan kontrak baru menjadi sorotan utama dalam evaluasi analis terhadap kinerja MSTI. Masuksnya kontrak-kontrak baru di kuartal pertama dipandang sebagai indikasi bahwa posisi perseroan di pasar ICT domestik semakin menguat, khususnya di tengah gelombang permintaan digitalisasi dari sektor keuangan dan energi.

Saham MSTI diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan harga sekitar Rp1.415 per lembar, dengan kapitalisasi pasar yang mencerminkan valuasi perseroan sebagai salah satu emiten teknologi papan utama. Analis memperkirakan target harga saham perseroan dapat menyentuh Rp1.900 per lembar, mengacu pada prospek pertumbuhan yang masih terbuka lebar seiring percepatan proyek transformasi digital di berbagai sektor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index