Suku Bunga Tinggi Tekan Harga Emas ke Titik Terendah Sebulan

Suku Bunga Tinggi Tekan Harga Emas ke Titik Terendah Sebulan
Ilustrasi Emas (https://gogold.co.nz/wp-content/uploads/NZ-Gold-Merchants-Products-01-B-600x399.jpg)

JAKARTA – Harga emas global turun ke level terendah sebulan. The Fed pertahankan suku bunga dan buntu negosiasi AS-Iran jadi pemicu utama pelemahan logam mulia.

Perdagangan Rabu (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (30/4/2026) WIB menjadi sesi berat bagi para pemegang logam mulia. Dua tekanan sekaligus menghantam pasar: keputusan The Fed yang kembali menahan suku bunga dan kebuntuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin tidak menunjukkan titik terang.

"Sentimen pasar telah bergeser ke arah skeptisisme mengenai potensi kesepakatan AS-Iran, memperkuat narasi suku bunga 'lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama'," ujar Zain Vawda, analis dari MarketPulse by OANDA, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).

Vawda berpendapat bahwa pergerakan harga emas saat ini sangat peka terhadap perubahan lingkungan suku bunga, dan tekanan inflasi dari lonjakan harga minyak dunia hanya memperburuk kondisi tersebut.

Harga emas spot tercatat turun 1,2% menjadi USD 4.541,30 per ons troi. Sementara di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Juni menyusut 1,3% ke posisi USD 4.546,20 per ons troi.

Kepercayaan pasar terhadap prospek penurunan suku bunga makin tipis. Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% sudah sesuai ekspektasi pelaku pasar, namun tetap memperkuat tekanan pada emas yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil.

Presiden Donald Trump turut memperkeruh atmosfer dengan menyatakan ketidaksenangan terhadap proposal terbaru dari Teheran. Trump menyebut pihak Iran mengabarkan kondisi negaranya sedang runtuh dan sedang mengatur situasi kepemimpinan di dalam negeri.

Kenaikan harga minyak mentah di tengah konflik turut menambah kekhawatiran pasar. Lonjakan harga energi berpotensi memicu inflasi melalui kenaikan biaya transportasi dan produksi, yang pada akhirnya justru mempertebal ekspektasi suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama—kondisi yang tidak menguntungkan bagi emas.

Namun dalam jangka panjang, Vawda masih melihat potensi reli signifikan pada logam mulia. Ia memproyeksikan harga emas bisa menyentuh kisaran USD 5.300 hingga USD 5.500 per ons troi pada akhir tahun, dengan catatan kesepakatan damai antara AS dan Iran tercapai lebih cepat dari perkiraan.

Logam mulia lainnya turut ikut tertekan dalam sesi yang sama. Harga perak spot anjlok 3% menjadi USD 73,23 per ons, platinum menyusut 1,5% ke posisi USD 1.953,50, dan paladium melemah 2,1% ke USD 1.445,50 per ons.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index