JAKARTA – Harga emas atau logam kuning mengalami koreksi pada perdagangan terbaru akibat meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global.
Pergerakan harga komoditas aman ini menunjukkan volatilitas tinggi seiring dengan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Analis Komoditas Senior, David Morgan, memaparkan data mengenai penurunan harga emas pada penutupan pasar spot internasional.
"Harga emas spot turun 0,6 persen menjadi US$2.321,40 per ons karena pasar bereaksi terhadap potensi kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi," ujar Morgan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).
Pelemahan ini dinilai sebagai respons teknis setelah emas sempat menyentuh level tertinggi pada pekan sebelumnya.
Pelaku pasar kini mulai menimbang dampak kenaikan harga energi terhadap kebijakan bank sentral di masa depan.
David Morgan merinci pergerakan nilai kontrak emas untuk pengiriman berjangka yang juga memperlihatkan tren serupa.
"Emas berjangka Amerika Serikat turun 0,7 persen ke level US$2.332,60 di tengah penguatan indeks dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi," ujar Morgan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).
Meskipun statusnya sebagai pelindung nilai, emas menghadapi tantangan dari penguatan mata uang Dolar AS yang cukup dominan.
Biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil ini menjadi lebih tinggi bagi para pemegang modal.
Ketidakpastian geopolitik di wilayah Teluk secara tidak langsung memberikan tekanan tambahan melalui jalur ekspektasi inflasi yang membengkak.
"Ketegangan di Timur Tengah memang memberikan dukungan pada aset aman, namun ketakutan akan inflasi yang berkepanjangan justru menekan harga emas," ujar Morgan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).
Sektor logam mulia lainnya seperti perak dan platinum juga terpantau mengikuti jejak pelemahan emas pada perdagangan kali ini.
Investor kini mengalihkan fokus pada rilis data ekonomi terbaru untuk menentukan arah pergerakan aset investasi selanjutnya.
David Morgan berpendapat bahwa konsolidasi harga di pasar emas merupakan hal yang wajar setelah reli panjang yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Stabilitas harga dalam jangka menengah akan sangat bergantung pada seberapa efektif kebijakan fiskal dalam menjaga daya beli masyarakat di tingkat global.