Laba Bersih NSSS Melonjak 112,7 Persen Sepanjang Tahun 2025

Laba Bersih NSSS Melonjak 112,7 Persen Sepanjang Tahun 2025
Ilustrasi NSSS (https://kaltengdaily.com/wp-content/uploads/2026/04/0504.10.PT-NSSS1.jpg)

JAKARTA – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 112,7 persen menjadi 647,82 miliar rupiah di tengah kenaikan penjualan 2 triliun.

Performa finansial emiten perkebunan kelapa sawit ini menunjukkan tren penguatan yang sangat signifikan pada tutup buku periode Desember 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan yang dibarengi dengan pengendalian biaya operasional secara efektif di lapangan.

"Sepanjang 2025, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mencatatkan laba bersih Rp647,82 miliar atau melonjak 112,7 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp304,62 miliar," demikian tertulis dalam laporan keuangan perseroan sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Pencapaian laba tersebut berakar dari total pendapatan yang melambung sebesar 35,2 persen jika dikomparasikan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

Laporan keuangan tersebut memaparkan bahwa nilai penjualan berhasil menyentuh angka 2,01 triliun rupiah dari posisi semula sebesar 1,49 triliun rupiah.

"Berdasarkan laporan keuangan NSSS untuk periode berakhir 31 Desember 2025, emiten milik PT Samuel Tumbuh Bersama dan PT Samuel International ini membukukan penjualan Rp2,01 triliun atau melambung 35,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,49 triliun," kutip indopremier.com dalam pemberitaannya.

Efisiensi terlihat jelas pada pos beban pokok penjualan yang hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 1,6 persen secara tahunan.

Kondisi ini membuat margin laba bruto perusahaan melesat tinggi hingga mencapai angka 1,09 triliun rupiah sepanjang dua belas bulan terakhir.

"Seiring dengan peningkatan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan hanya meningkat 1,6 persen (year-on-year) menjadi Rp919,57 miliar, sehingga laba bruto FY25 melesat 87,1 persen menjadi Rp1,09 triliun dari Rp584,81 miliar pada Tahun Buku 2024," sebut laporan di indopremier.com.

Pertumbuhan laba usaha juga terpantau impresif dengan kenaikan sebesar 61,6 persen hingga berada di level 894,41 miliar rupiah.

Perseroan tercatat mengantongi laba sebelum pajak penghasilan sebesar 773,45 miliar rupiah atau naik sekitar 90,2 persen dibandingkan periode 2024.

"Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha NSSS tercatat Rp894,41 miliar atau melambung 61,6 persen (y-t-d) menjadi Rp894,41 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di 2025 mencapai Rp773,45 miliar atau melonjak 90,2 persen (y-o-y)," jelas sumber dari indopremier.com.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto senilai 125,63 miliar rupiah maka laba tahun berjalan sepenuhnya diatribusikan kepada entitas induk.

Struktur permodalan perusahaan turut mengalami penguatan dengan posisi ekuitas yang tumbuh 42,1 persen menjadi 1,94 triliun rupiah.

"Dari sisi neraca, jumlah ekuitas NSSS per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,94 triliun atau bertumbuh 42,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp1,37 triliun," ungkap data dari indopremier.com.

Manajemen juga berhasil melakukan tekanan pada total liabilitas yang turun 4,3 persen sehingga beban kewajiban kini berada di angka 2,26 triliun rupiah.

Kondisi likuiditas perusahaan terlihat sangat sehat dengan posisi kas yang melonjak hampir dua kali lipat menjadi 761,73 miliar rupiah.

Total aset yang dimiliki perseroan kini mencapai 4,2 triliun rupiah yang mencerminkan skala ekspansi dan stabilitas bisnis yang semakin kokoh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index