Pemegang Saham Saratoga (SRTG) Lepas Saham Senilai Rp1,63 Triliun

Pemegang Saham Saratoga (SRTG) Lepas Saham Senilai Rp1,63 Triliun
Ilustrasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) (https://storage.googleapis.com/swafiles/images/2025/08/011506/1754035593_5c8cc460c0cc0fece25f.jpg)

JAKARTA – Pemegang saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tercatat melakukan transaksi penjualan saham dalam jumlah masif dengan total nilai mencapai Rp1,63 triliun.

Aksi korporasi ini dilakukan melalui mekanisme pasar negosiasi yang langsung menarik perhatian besar dari para pelaku pasar modal tanah air.

Sekretaris Perusahaan Saratoga, Juan Akbar Indraseno, memberikan rincian terkait identitas pihak yang melakukan transaksi pelepasan saham tersebut.

"PT Unitras Pertama yang merupakan salah satu pemegang saham utama perseroan telah menjual sebanyak 1,15 miliar lembar saham SRTG," ujar Juan, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Harga pelaksanaan dalam transaksi jumbo ini ditetapkan pada level yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di luar pasar reguler.

Meskipun terdapat perpindahan tangan dalam jumlah besar, manajemen memastikan bahwa hal ini tidak mengubah struktur pengendalian akhir di dalam perusahaan.

Juan Akbar Indraseno menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa entitas yang menjadi pembeli atau penampung dari jutaan lembar saham tersebut.

"Pembeli dari transaksi saham senilai Rp1,63 triliun ini adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk sendiri sebagai bagian dari program buyback saham," ujar Juan, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Langkah pembelian kembali saham atau buyback ini merupakan strategi perseroan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.

Keputusan tersebut sebelumnya telah mendapatkan restu dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar beberapa waktu lalu.

Dana yang digunakan untuk mengeksekusi transaksi ini berasal dari saldo laba ditahan dan kas internal yang dimiliki oleh perusahaan investasi tersebut.

"Pelaksanaan buyback ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan di tengah kondisi pasar yang dinamis," ujar Juan, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Pasar merespons informasi ini sebagai bentuk kepercayaan diri manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan yang masih di bawah harga pasar saat ini.

Saratoga terus berkomitmen untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka di berbagai sektor strategis seperti sumber daya alam dan infrastruktur digital.

Juan Akbar Indraseno berpendapat bahwa pengalihan kepemilikan ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam mengelola struktur permodalan.

Para analis memprediksi bahwa pengurangan jumlah saham beredar akibat aksi buyback ini akan berdampak positif pada peningkatan rasio laba per saham di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index