Daftar Saham yang Diborong Asing Saat IHSG Terperosok Sepekan

Daftar Saham yang Diborong Asing Saat IHSG Terperosok Sepekan
Ilustrasi Saham (https://economymiddleeast.com/cdn-cgi/imagedelivery/Xfg_b7GtigYi5mxeAzkt9w/economymiddleeast.com/2026/04/stock-markets-1-1-2.jpg/w=720,h=480)

JAKARTA – Investor asing terpantau tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham pilihan di tengah kondisi IHSG yang mengalami tekanan hebat selama sepekan terakhir.

Fenomena ini menunjukkan adanya strategi perburuan saham murah oleh pemodal internasional saat pasar domestik sedang berada dalam fase koreksi.

Analis Pasar Modal, Ferry Salomo, memberikan penjelasan mengenai arah aliran dana asing yang masuk ke bursa saham nasional di tengah fluktuasi pasar.

"Investor asing mencatatkan aksi beli bersih yang cukup signifikan pada saham-saham sektor perbankan besar meski indeks sedang tertekan," ujar Ferry, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Pelemahan indeks dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh kombinasi sentimen global dan aksi ambil untung oleh pemodal lokal.

Namun, minat investor asing terhadap aset ekuitas Indonesia dinilai masih cukup tinggi untuk emiten dengan kapitalisasi pasar besar.

Ferry Salomo merinci beberapa nama emiten yang menjadi primadona koleksi asing selama periode perdagangan yang penuh tantangan ini.

"Saham BBCA dan BMRI menempati posisi teratas daftar akumulasi asing dengan total nilai beli bersih mencapai ratusan miliar rupiah," ujar Ferry, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Selain sektor keuangan, industri telekomunikasi juga mendapatkan perhatian khusus melalui pergerakan harga saham TLKM.

Fundamental yang kokoh serta prospek dividen menjadi alasan utama bagi para manajer investasi global untuk tetap bertahan di pasar Indonesia.

Tekanan pada IHSG diprediksi hanya bersifat sementara selama stabilitas makroekonomi dalam negeri masih terjaga dengan baik.

"Aksi beli selektif oleh asing ini mengindikasikan kepercayaan jangka panjang terhadap kekuatan ekonomi nasional di masa depan," ujar Ferry, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Para pelaku pasar kini sedang menanti rilis laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 yang diperkirakan akan memberikan sentimen positif tambahan.

Stabilitas nilai tukar Rupiah juga menjadi faktor penentu bagi konsistensi aliran dana asing di pasar reguler maupun pasar negosiasi.

Ferry Salomo berpendapat bahwa strategi akumulasi saat pasar ambruk merupakan peluang bagi investor untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih menguntungkan.

Kewaspadaan terhadap risiko suku bunga global tetap diperlukan guna menjaga ketahanan portofolio investasi di tengah ketidakpastian geopolitik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index