JAKARTA – PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai total Rp1,35 triliun dengan yield mencapai empat kali bunga deposito.
Keputusan besar ini diambil setelah perseroan mencatatkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun buku yang baru saja berakhir.
Sekretaris Perusahaan ULTJ, Eddi Kuntadi, menjelaskan rincian besaran dividen yang akan diterima oleh setiap pemegang satu lembar saham perusahaan.
"Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp130 per saham yang secara total mencapai nilai Rp1,35 triliun," ujar Eddi, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Langkah korporasi ini disambut positif oleh pelaku pasar mengingat besaran imbal hasil yang ditawarkan jauh melampaui bunga simpanan perbankan pada umumnya.
Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi manajemen terhadap loyalitas para pemegang saham yang terus mendukung pertumbuhan bisnis susu kemasan tersebut.
Eddi Kuntadi memaparkan jadwal penting terkait batasan waktu kepemilikan saham bagi investor yang ingin mendapatkan hak atas dividen tersebut.
"Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 4 Mei 2026, sedangkan ex dividen jatuh pada 5 Mei 2026," ujar Eddi, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Bagi para investor yang bertransaksi di pasar tunai, batas akhir pencatatan daftar pemegang saham ditetapkan sesuai dengan regulasi bursa yang berlaku.
Proses administrasi internal kini tengah dipersiapkan agar penyaluran dana dapat berjalan tepat waktu sesuai dengan kalender aksi korporasi.
Manajemen menegaskan bahwa sisa laba bersih perusahaan akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan rencana pengembangan pabrik baru.
"Seluruh pembayaran dividen tunai akan dikirimkan langsung ke rekening para pemegang saham yang berhak pada 15 Mei 2026," ujar Eddi, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Pertumbuhan konsumsi produk susu di tingkat domestik menjadi salah satu mesin penggerak utama bagi peningkatan laba bersih perseroan secara tahunan.
ULTJ terus berupaya menjaga efisiensi pada jalur distribusi guna mempertahankan margin keuntungan yang kompetitif di industri makanan dan minuman.
Eddi Kuntadi berpendapat bahwa kebijakan pembagian dividen yang konsisten merupakan bukti transparansi dan kesehatan finansial jangka panjang perusahaan.
Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik saham ULTJ di mata investor institusi maupun ritel yang mengutamakan pendapatan pasif dari dividen.