JAKARTA – Bursa Efek Indonesia resmi mengumumkan perubahan daftar saham dalam indeks LQ45 untuk periode Mei-Juli 2026, di mana beberapa saham milik konglomerat ternama harus keluar.
Langkah evaluasi ini merupakan bagian dari peninjauan rutin guna memastikan saham-saham yang berada di dalam indeks tetap memiliki likuiditas tinggi serta fundamental yang kuat.
Kepala Divisi Pengembangan Pasar BEI memberikan penjelasan mengenai kriteria utama yang digunakan dalam proses penyusunan ulang daftar saham unggulan ini.
"Bursa melakukan rebalancing indeks LQ45 berdasarkan kriteria nilai transaksi, volume perdagangan, serta rasio free float terbaru dari masing-masing emiten," ujar pejabat bursa tersebut, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Salah satu kejutan dalam pengumuman kali ini adalah keluarnya saham yang terafiliasi dengan tokoh bisnis atau orang terkaya di Indonesia.
Penurunan rata-rata nilai transaksi harian menjadi salah satu alasan utama di balik terdepaknya saham tersebut dari kelompok 45 saham paling likuid.
Data resmi bursa merinci sejumlah saham yang baru saja masuk menggantikan posisi emiten yang dikeluarkan untuk periode tiga bulan ke depan.
"Terdapat pergantian beberapa konstituen di mana sektor energi dan perbankan digital menunjukkan peningkatan partisipasi yang cukup signifikan," tulis laporan tersebut, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Indeks LQ45 sering kali menjadi acuan atau benchmark bagi para manajer investasi dalam menyusun portofolio reksa dana maupun aset kelolaan institusi lainnya.
Perubahan komposisi ini diprediksi akan memicu aksi penyesuaian posisi portofolio oleh para investor besar di pasar modal nasional.
Otoritas bursa menegaskan bahwa evaluasi berkala ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi investor dengan menyediakan daftar instrumen investasi yang kredibel.
"Perubahan daftar saham ini akan mulai berlaku efektif pada hari pertama perdagangan di bulan Mei 2026," ujar pejabat bursa tersebut, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Selain LQ45, bursa juga melakukan peninjauan terhadap beberapa indeks lain seperti IDX30 dan IDX80 yang memiliki keterkaitan erat.
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan fundamental masing-masing emiten meskipun terjadi perubahan status keanggotaan dalam indeks tertentu.
Analis berpendapat bahwa saham-saham yang baru masuk ke dalam LQ45 berpotensi mendapatkan aliran dana masuk dari investor pasif.
Transparansi dalam proses pemilihan konstituen diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas pasar modal Indonesia.