Fluktuasi Harga CPO: Tertekan Soyoil Dalian Tapi Ditopang Minyak Mentah

Fluktuasi Harga CPO: Tertekan Soyoil Dalian Tapi Ditopang Minyak Mentah
Ilustrasi CPO Malaysia (https://foto.kontan.co.id/eEoa2Ao7FizBhS4wZloirGji2Qw=/smart/2022/05/17/1896491781.jpg)

JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau CPO terpantau bergerak menyamping (sideways) akibat tekanan dari harga minyak kedelai namun tetap mendapat dukungan minyak mentah.

Kondisi pasar yang saling tarik-menarik antara sentimen negatif dan positif ini menyebabkan nilai kontrak komoditas tersebut mengalami konsolidasi tipis.

Analis Komoditas Nabati, Hermawan Prasetyo, memberikan penjelasan mengenai faktor utama yang menghambat laju penguatan harga sawit di pasar internasional.

"Harga CPO untuk kontrak pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives berada di posisi 3.920 Ringgit per ton karena terbebani oleh pelemahan minyak kedelai," ujar Hermawan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Penurunan harga minyak kedelai di bursa komoditas Dalian dan Chicago menjadi sentimen negatif utama bagi para pelaku pasar sawit global.

Sebagai produk substitusi, pergerakan harga minyak nabati lainnya sangat berpengaruh terhadap daya tarik harga CPO di mata para importir besar.

Hermawan Prasetyo memaparkan faktor pendukung yang menjaga agar harga sawit tidak jatuh lebih dalam pada perdagangan kali ini.

"Kenaikan harga minyak mentah dunia memberikan bantalan bagi harga CPO karena meningkatkan daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel," ujar Hermawan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Hubungan korelasi positif antara harga energi dan komoditas nabati tetap menjadi variabel penting dalam menentukan arah pasar jangka pendek.

Data perdagangan menunjukkan bahwa volume transaksi di bursa komoditas regional cenderung melambat karena investor bersikap menunggu atau wait and see.

Proyeksi produksi di negara-negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia juga terpantau mulai mengalami normalisasi secara bertahap.

"Pasar sedang menanti rilis data ekspor untuk periode akhir April guna melihat kekuatan permintaan dari India dan China," ujar Hermawan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Stok di gudang-gudang pelabuhan utama dilaporkan masih berada pada level yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kontrak jangka pendek.

Para spekulan pasar mulai berhati-hati dalam menempatkan posisi besar mengingat volatilitas harga komoditas energi yang masih sangat dinamis.

Hermawan Prasetyo berpendapat bahwa pergerakan harga CPO akan tetap berada dalam rentang harga yang sempit hingga terdapat arah yang jelas dari pasar minyak nabati dunia.

Upaya pemerintah dalam memperkuat program mandatori biodiesel domestik diharapkan mampu memberikan stabilitas harga jangka panjang bagi para petani sawit nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index