JAKARTA – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 19 persen pada kuartal pertama 2026 didukung oleh angka penjualan Rp250,8 miliar.
Pencapaian ini mencerminkan pemulihan permintaan pasar global terhadap produk cetakan sarung tangan keramik yang menjadi fokus utama perseroan.
Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, memaparkan hasil laporan keuangan konsolidasi perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.
"Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp250,8 miliar dengan laba bersih yang tumbuh 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar Ridwan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).
Pertumbuhan laba yang melampaui kenaikan pendapatan ini menunjukkan keberhasilan manajemen dalam menjalankan program efisiensi biaya operasional.
Faktor penguatan nilai tukar mata uang asing juga memberikan dampak positif terhadap margin keuntungan bersih perusahaan.
Ridwan Goh menjelaskan strategi utama yang diterapkan untuk menjaga performa keuangan di tengah dinamika ekonomi internasional.
"Kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan volume pengiriman serta optimalisasi rantai pasok yang lebih efisien di seluruh lini produksi," ujar Ridwan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).
Permintaan dari produsen sarung tangan di wilayah Asia Tenggara tetap menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perseroan secara keseluruhan.
MARK terus memperkuat posisi pasarnya dengan melakukan inovasi produk yang memiliki daya tahan lebih tinggi bagi para pelanggan.
Emiten ini juga mencatat perbaikan pada posisi ekuitas dan aset yang memperkuat struktur permodalan perusahaan untuk ekspansi mendatang.
"Kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring dengan stabilnya kebutuhan sarung tangan di sektor kesehatan," ujar Ridwan, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).
Keberhasilan MARK dalam mempertahankan pangsa pasar global menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor di Bursa Efek Indonesia.
Kondisi likuiditas perseroan saat ini dinilai sangat sehat untuk mendukung rencana pembagian dividen maupun investasi pengembangan fasilitas pabrik baru.
Ridwan Goh berpendapat bahwa fokus pada kualitas produk dan layanan purna jual merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan di industri manufaktur pendukung medis.
Sinergi antara manajemen dan tenaga kerja profesional diyakini mampu membawa perusahaan mencapai target pertumbuhan tahunan yang telah ditetapkan sebelumnya.