IHSG Melemah 0,72 Persen Dalam Sepekan Terakhir April 2026

IHSG Melemah 0,72 Persen Dalam Sepekan Terakhir April 2026
(Ilustrasi IHSG https://image-cdn.pluang.com/web/financial-content/news-articles/ljqsu99vyr3vbcmd2s%3Aihsg-adalah.webp)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan nilai transaksi harian sebesar 3,7 persen menjadi Rp19,6 triliun dalam periode perdagangan sepekan terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan memperlihatkan tren negatif dengan penurunan sebesar 0,72 persen pada penutupan pekan ini.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kiki Yulianto, memaparkan detail mengenai pergerakan indeks selama lima hari bursa.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 0,72 persen pada posisi 7.036,075 dari 7.087,317 pada penutupan pekan yang lalu," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Minggu (26/4/2026).

Penurunan ini juga berdampak langsung pada nilai total aset yang tercatat di bursa saham nasional.

Data menunjukkan bahwa nilai kapitalisasi pasar saat ini menyentuh angka Rp11.662 triliun setelah terkoreksi tipis.

Kiki Yulianto memberikan rincian angka terkait kapitalisasi pasar pada periode yang baru saja berakhir.

"Kapitalisasi pasar bursa pekan ini mengalami perubahan sebesar 0,74 persen menjadi Rp11.662 triliun dari Rp11.748 triliun pada pekan lalu," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Minggu (26/4/2026).

Sektor perdagangan harian mengalami dinamika yang cukup kontras antara volume dan nilai transaksi.

Meskipun nilai transaksi secara keseluruhan menurun, kuantitas lembar saham yang diperdagangkan justru melonjak drastis.

Pihak otoritas bursa mencatat peningkatan yang signifikan pada rata-rata volume saham harian sebesar 20,41 persen.

"Rata-rata volume transaksi harian selama sepekan mengalami kenaikan sebesar 20,41 persen menjadi 21,34 miliar lembar saham dari 17,72 miliar lembar saham dari penutupan pekan lalu," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Minggu (26/4/2026).

Aktivitas jual beli di pasar modal memperlihatkan perubahan perilaku investor yang lebih selektif.

Kiki Yulianto menyampaikan data terkait penurunan frekuensi perdagangan yang dilakukan oleh para pelaku pasar.

"Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 20,19 persen menjadi 1,1 juta kali transaksi dari 1,3 juta kali transaksi pada pekan lalu," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Minggu (26/4/2026).

Data perdagangan terakhir juga mencatat aksi beli bersih oleh pemodal internasional yang mencapai angka Rp936,78 miliar.

Pencapaian sepanjang tahun 2026 ini menunjukkan total beli bersih investor asing telah menembus angka Rp13,7 triliun.

Kiki Yulianto menegaskan posisi investasi asing di pasar modal Indonesia pada penutupan hari Jumat lalu.

"Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp936,78 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp13,7 triliun," ujar Kiki, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Minggu (26/4/2026).

Kiki Yulianto berpendapat bahwa meski beberapa indikator utama mengalami koreksi, minat investor asing masih terlihat cukup positif di pasar domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index