Survei S&P Global: Bisnis AS Bangkit Saat Isu Iran Kerek Biaya

Survei S&P Global: Bisnis AS Bangkit Saat Isu Iran Kerek Biaya
Ilustrasi S&P Global (https://www.tbstat.com/cdn-cgi/image/f=avif,q=50/wp/uploads/2022/07/20220712_SP-1200x675.jpg)

JAKARTA – Survei S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS mulai pulih pada April 2026, namun potensi konflik dengan Iran justru mendorong kenaikan harga di berbagai sektor.

Laju ekspansi di sektor swasta ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi Paman Sam masih cukup kuat meskipun berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian global.

"Indeks Output PMI Komposit AS meningkat ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada April, yang mengindikasikan pemulihan kuat pada sektor manufaktur dan jasa," tulis laporan S&P Global, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Peningkatan permintaan domestik menjadi motor penggerak utama bagi perusahaan untuk kembali meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Survei tersebut juga menyoroti bahwa gangguan pada rantai pasok global akibat situasi keamanan di Timur Tengah telah memaksa produsen untuk menaikkan harga jual.

"Kami melihat adanya tekanan harga yang kembali meningkat karena kekhawatiran akan pasokan energi akibat ketegangan dengan Iran mulai membebani biaya input perusahaan," papar tim riset S&P Global, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Kenaikan biaya bahan baku dan logistik ini menjadi tantangan baru bagi upaya pengendalian inflasi yang sedang dilakukan oleh bank sentral.

Sektor jasa tercatat mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan manufaktur berkat belanja konsumen yang masih cukup solid di awal kuartal kedua.

Meskipun demikian, optimisme bisnis untuk jangka panjang terpantau sedikit melandai karena risiko geopolitik dianggap sebagai variabel yang sulit dikendalikan.

Banyak perusahaan mulai menerapkan strategi lindung nilai untuk mengantisipasi lonjakan harga energi yang lebih ekstrem jika eskalasi terus berlanjut.

Data ini menjadi rujukan penting bagi para pengambil kebijakan dalam menentukan arah suku bunga di tengah kombinasi pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index