JAKARTA – BBCA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif dengan raihan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun sepanjang periode kuartal 1 tahun 2026.
Prestasi finansial ini mempertegas ketangguhan sektor perbankan nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
"Kami melaporkan bahwa laba bersih BBCA pada kuartal 1 2026 tumbuh sebesar 11,5 persen secara tahunan menjadi Rp14,7 triliun," ujar Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BBCA, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).
Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih yang ditopang oleh ekspansi kredit ke berbagai sektor produktif.
Jahja Setiaatmadja memaparkan bahwa likuiditas perusahaan tetap berada pada level yang memadai untuk mendukung target pertumbuhan sepanjang tahun ini.
"Pencapaian ini tidak lepas dari kepercayaan nasabah serta konsistensi kami dalam bertransformasi secara digital untuk memberikan layanan terbaik," tutur Jahja Setiaatmadja, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).
Portofolio kredit korporasi dan konsumer menjadi pilar utama yang menggerakkan roda bisnis perseroan di awal tahun.
Rasio kredit bermasalah atau NPL tetap terjaga di level 1,9 persen yang menunjukkan kualitas aset bank masih sangat sehat.
Volume transaksi melalui kanal mobile dan internet banking juga mencatatkan rekor baru yang berkontribusi pada pendapatan berbasis komisi.
Manajemen tetap optimis bahwa target kinerja tahunan dapat tercapai melalui strategi manajemen risiko yang disiplin dan hati-hati.
Keberhasilan meraup laba triliunan rupiah ini memberikan sinyal positif bagi para investor saham di Bursa Efek Indonesia.