Arah Gerak Saham BUMI: Support 203, Target Naik ke 234-240

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:43 WIB
Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) (https://image.fortuneidn.com/post/20250818/img_8518_ac9a341e-e20a-47b1-8b13-67470a80fd2f.jpeg?tr=w-640,f-webp,q-75&width=640&format=webp&quality=75)

JAKARTA – Arah gerak saham BUMI hari ini diwarnai peluang spec buy di 224-228. Support di 203-209 dan target dekat di 234-240 menurut CGS International Sekuritas.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menutup perdagangan Selasa (28/4/2026) dengan penguatan tipis, memantul dari level terendah Rp 216 yang dicapai pada Jumat (24/4/2026). Pelemahan sepekan sebesar 12,9% itu sempat diikuti aksi beli bersih (net buy) asing senilai Rp 47,4 miliar pada Jumat tersebut — sebuah sinyal yang memutus tren jual beruntun investor asing sejak 9 April hingga 23 April 2026.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatannya untuk perdagangan Senin (27/4/2026) memetakan peta teknikal saham BUMI secara ringkas. "BUMI memiliki support di 203-209. Target dekat di 229-243," tulis CGS International Sekuritas Indonesia pada perdagangan, Senin (27/4/2026).

Analis BNI Sekuritas, Fanny, berpendapat bahwa untuk perdagangan Rabu (29/4/2026), saham BUMI masih layak dipertimbangkan dengan strategi spec buy. Area beli direkomendasikan di kisaran Rp 224-228, dengan batas cutloss di bawah Rp 220. Target terdekat ditetapkan pada Rp 234-240.

Dari sisi kinerja fundamental, BUMI mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 81 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka tersebut naik 20,1% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 67,5 juta.

Pendapatan BUMI turut tumbuh 4,8% menjadi US$ 1,42 miliar, sementara laba bruto melonjak 47,1% mencapai US$ 249,1 juta. Hal ini menandai keberhasilan manajemen memangkas beban pokok pendapatan meskipun harga batu bara rata-rata turun 17% ke US$ 59,7 per ton.

Ricco Surya, Head of Corporate Communications BUMI, menyampaikan penilaian manajemen atas hasil tersebut. "Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin," kata Ricco Surya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Dari sisi struktur kepemilikan, Mach Energy (Hongkong) Limited kini menguasai 45,78% saham BUMI per 31 Maret 2026. Perusahaan patungan antara Grup Salim dan Grup Bakrie ini menandai transisi kendali bersama yang bertujuan mendukung ekspansi operasional perseroan ke depan.

BUMI pun sedang bertransformasi dari emiten batu bara murni menjadi perusahaan sumber daya yang lebih luas. Strategi bisnis perseroan kini mengarah pada pengembangan sektor emas melalui anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Citra Palu Minerals (CPM), dengan rencana menaikkan kapasitas pengolahan bijih emas CPM dari 200 Tpd menjadi 500 Tpd.

Secara year to date, saham BUMI masih tertekan 40,9%, namun net buy asing yang kembali masuk memberi sinyal bahwa harga saat ini mulai dianggap menarik oleh sejumlah pelaku pasar institusional. Perseroan juga telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026 sebagai agenda korporasi berikutnya yang akan ditunggu pasar.

Terkini