Omzet Triliunan AVIA Tanoko, Naik Harga Jaga Margin di 2026

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:43 WIB
Ilustrasi logo PT Avia Avian Tbk (AVIA) (https://storage.googleapis.com/storage-ajaib-prd-platform-wp-artifact/2022/01/Review-Fundamental-dan-Teknikal-Saham-IPO-AVIA.jpg)

JAKARTA – Emiten keluarga Tanoko, AVIA, ungkap omzet triliunan dengan target pertumbuhan 6-10% di 2026. Kenaikan harga dilakukan April 2026 untuk jaga margin laba.

Kiprah PT Avia Avian Tbk (AVIA) atau Avian Brands, emiten keluarga Hermanto Tanoko, terus menunjukkan tren yang menjanjikan memasuki 2026. Setelah menutup tahun 2025 dengan omzet Rp 8,12 triliun, perseroan kembali membuka tahun baru dengan optimisme yang solid dan strategi yang sudah matang.

"Daya beli masyarakat kami lihat berpotensi membaik di 2026, seiring berjalannya roda ekonomi dan implementasi program pemerintah yang semakin terasa di masyarakat," ujar Head of Investor Relations AVIA, Andreas Timothy Hadikrisno, dalam laporan hasil public expose, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Andreas berpendapat, perbaikan aktivitas ekonomi akan menjadi katalis utama pertumbuhan perseroan pada tahun ini, khususnya di sektor bahan bangunan dan renovasi yang menjadi segmen inti bisnis Avian Brands.

Dari sisi kinerja, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 6 hingga 10% sepanjang 2026, dengan pertumbuhan volume penjualan di kisaran 4 hingga 8%. Selisih antara pertumbuhan nilai dan volume tersebut memberi ruang bagi manajemen untuk melakukan penyesuaian harga secara terukur. Salah satu langkah konkret yang sudah direalisasikan adalah kenaikan harga produk yang dilakukan pada April 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga margin.

Untuk profitabilitas, AVIA membidik margin laba bersih di kisaran 20 hingga 21% dari total penjualan sepanjang tahun ini. Target tersebut sejalan dengan catatan kinerja 2025 yang juga solid, di mana perseroan membukukan laba bersih Rp 1,74 triliun atau tumbuh 4,99% secara tahunan, ditopang penjualan bersih Rp 8,12 triliun yang meningkat 8,73% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Surabaya pada 9 April 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,36 triliun atau Rp 23 per saham untuk tahun buku 2025. Angka ini mencerminkan dividend payout ratio sebesar 78,18% dari laba bersih, dan sudah memperhitungkan dividen interim Rp 654 miliar yang dibayarkan pada November 2025.

Dari sisi distribusi, Avian Brands terus memperluas jangkauannya. Hingga akhir 2025, lebih dari 60.000 toko tercatat aktif bertransaksi dengan perseroan. Jaringan distribusi milik sendiri juga terus diperkuat, dengan total 129 pusat distribusi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, ditambah 15 pusat distribusi mini dan 38 pusat distribusi pihak ketiga. Standar layanan one day delivery pun dipertahankan di level 90%.

Pada 2026, salah satu katalis penting yang dinantikan adalah mulai beroperasinya pabrik baru di Cirebon. Fasilitas produksi ketiga ini memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibanding pabrik di Sidoarjo dan Serang, dengan total kapasitas mencapai 225.000 metrik ton. Beroperasinya pabrik baru ini dinilai akan memperkuat kemampuan produksi perseroan sekaligus mendukung target pertumbuhan penjualan yang lebih agresif di paruh kedua tahun ini. Avian Brands saat ini menguasai sekitar 26% pangsa pasar industri cat dan pelapis dekoratif di Indonesia, menjadikannya pemimpin pasar yang dominan di sektor tersebut.

Terkini