Asing Jorjoran Lepas Saham, BBRI Terakumulasi Net Sell Rp 3,22 T

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:34 WIB
Ilustrasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (https://images.bisnis.com/thumb/posts/2026/03/02/1956712/kantor_bri_1724301484.jpg?w=1440&h=740&auto=format&compress=high)

JAKARTA – Saham BBRI terus dihajar net sell asing sejak 15 April 2026 dengan akumulasi Rp 3,22 triliun. Harga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.

Tekanan terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tak kunjung mereda. Saham BBRI kembali memerah di sesi I perdagangan Selasa (28/4/2026), sempat menyentuh level Rp 3.030 atau minus 0,66% — posisi terendahnya dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini bukan anomali sesaat, melainkan bagian dari tekanan beruntun yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan.

Mengacu data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBRI membukukan net sell Rp 51,7 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya pada sesi tersebut. Tercatat sebanyak 83,71 juta saham BBRI berpindah tangan dengan frekuensi 18.833 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 256,13 miliar.

Saham BBRI selalu membukukan net sell investor asing sejak 15 April 2026 dengan total akumulasi net sell Rp 3,22 triliun. Pola ini terbilang konsisten — tidak ada satu pun sesi perdagangan dalam rentang waktu tersebut yang mencatat posisi beli bersih dari investor asing.

Rentetan aksi jual asing itu juga terjadi dalam skala yang lebih luas di pasar saham domestik. Pada Rabu (22/4/2026), investor asing berbalik melancarkan aksi jual bersih di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan net sell di seluruh pasar mencapai Rp 827,4 miliar, sehingga total net sell asing sepanjang tahun berjalan bertambah menjadi Rp 39,8 triliun berdasarkan data BEI.

Bukan hanya BBRI yang menjadi sasaran. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut dilepas asing dengan net sell sebesar Rp 142,3 miliar, disusul saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 128,9 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 100,4 miliar.

Pada perdagangan Kamis (23/4/2026), investor asing kembali membukukan net sell senilai Rp 632,66 miliar di saham BBRI. Jika diakumulasikan, net sell asing di saham bank BUMN tersebut mencapai Rp 2,58 triliun dalam periode 15–23 April 2026.

"Saham BBRI selalu membukukan net sell asing sejak 15 April 2026 sampai dengan 23 April kemarin," ujar analis CGS International Sekuritas Indonesia, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).

CGS International Sekuritas berpendapat bahwa saham BBRI masih memiliki area support yang perlu dicermati di kisaran Rp 3.033 untuk support pertama dan Rp 3.017 untuk support kedua, sementara resistance pertama berada di Rp 3.083 dan resistance kedua di Rp 3.117.

Di sisi lain, sejumlah sekuritas masih optimistis terhadap prospek saham ini dalam jangka panjang. Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga Rp 4.400, setara dengan proyeksi price-to-book value (PBV) 2026 sebesar 2 kali, didukung oleh ketahanan bisnis perusahaan, prospek penguatan komposisi pendanaan, ekspansi ekosistem berbasis transaksi, serta perbaikan kualitas aset di seluruh segmen.

Saham BBRI anjlok 10,50% dalam satu pekan terakhir. Pada Jumat (24/4/2026), saham BBRI ditutup minus 2,85% ke level Rp 3.070, dengan total akumulasi net sell asing yang terus membesar. Dengan tren ini, pelaku pasar domestik diminta tetap mencermati pergerakan asing sebagai salah satu indikator sentimen pasar jangka pendek, tanpa mengabaikan fundamental emiten yang secara keseluruhan masih tergolong solid.

Terkini