JAKARTA – GOTO cetak laba perdana Rp 258 miliar di kuartal I 2026. Saham GOTO melonjak 7,55% dan BRIDS pasang target harga Rp 80 dengan rekomendasi beli.
Setelah bertahun-tahun menjadi emiten yang identik dengan kerugian, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya menorehkan catatan sejarah. Laba bersih perdana yang berhasil dibukukan di kuartal I 2026 langsung disambut pasar dengan antusias, mendorong saham GOTO melonjak signifikan dalam sesi perdagangan Rabu (29/4/2026).
"Itu 30% dari estimasi FY26F BRIDS," papar catatan BRI Danareksa Sekuritas, Rabu (29/4/2026).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) berpendapat, pencapaian laba perdana GOTO di kuartal I 2026 sebesar Rp 258 miliar ini menjadi sinyal kuat bahwa perseroan mulai memasuki fase profitabilitas yang sesungguhnya, setelah sebelumnya mencatat rugi Rp 283 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Kinerja GOTO pada periode Januari hingga Maret 2026 mencatat sejumlah angka yang mengesankan. Adjusted EBITDA tercatat Rp 907 miliar, melonjak 35% secara kuartalan (QoQ) dan 131% secara tahunan (YoY), sekaligus mencapai 30% dari target sepanjang tahun 2026. Net revenue tercatat Rp 5,3 triliun, naik 6,3% QoQ dan 26% YoY.
Merespons kinerja positif tersebut, saham GOTO langsung melonjak 7,55% ke level Rp 57 per saham pada pagi perdagangan Rabu (29/4/2026). Nilai transaksi yang terjadi pun terbilang jumbo, menyentuh Rp 235,8 miliar dengan volume perdagangan 4,15 miliar saham dalam waktu singkat.
Menurut BRIDS, GoTo Financial (GTF) menjadi growth driver utama yang mendorong kinerja kuartal ini. Loan book GTF tercatat Rp 9,9 triliun atau naik 12,7% QoQ, sementara Monthly Transacting Users (MTU) mencapai 27,5 juta pengguna, tumbuh 5% QoQ. Kontribusi awal merchant lending juga mulai terasa dengan realisasi Rp 0,5 triliun.
"ODS GTV (on demand service gross transaction value) +4% YoY (modest), tantangan scaling mass market masih ada; ODS adj. EBITDA margin naik ke 2,7% (+35bps QoQ) ditopang affluent segment," terang BRIDS, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).
Dari sisi strategi bisnis, GOTO juga telah menyelesaikan cloud migration dan kini bergeser fokus ke transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta pengembangan personalized interface. Langkah ini diyakini akan semakin menekan biaya layanan sekaligus meningkatkan konversi pengguna ke depannya.
Seiring kinerja yang menguat, BRIDS menaikkan proyeksi laba GOTO untuk 2026 sebesar 44% menjadi Rp 858 miliar. Revisi ini didorong oleh pertumbuhan GTF yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. BRIDS sekaligus mempertahankan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan target harga Rp 80 per saham, meski target ini diturunkan dari Rp 100 akibat penyesuaian proyeksi e-commerce yang lebih konservatif.
GoTo juga mempertahankan panduan EBITDA disesuaikan untuk setahun penuh 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Manajemen tetap mencermati berbagai risiko eksternal termasuk tekanan inflasi biaya dan dinamika persaingan industri yang semakin ketat.