JAKARTA – IHSG diprediksi sideways di kisaran 7.000-7.200 pada Rabu (29/4/2026). Phintraco rekomendasikan 5 saham berpeluang cuan: GJTL, HMSP, BBNI, RMKE, dan WIIM.
Indeks Harga Saham Gabungan pada Selasa (28/4/2026) ditutup melemah 34,13 poin atau 0,48% ke level 7.072,39. Secara teknikal, histogram negatif MACD IHSG terus berlanjut sementara Stochastic RSI telah memasuki area oversold, memberi sinyal bahwa tekanan jual masih bercokol di pasar.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menggambarkan kondisi indeks yang belum keluar dari zona tekanan. "IHSG sempat mendekati gap down di 7.022, sebelum ditutup di 7.072. Diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak sideways di kisaran 7.000-7.200," tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Selasa (28/4/2026).
Phintraco Sekuritas berpendapat, setidaknya ada 2 sentimen utama yang perlu dicermati pelaku pasar pada hari ini. Pertama, perkembangan negosiasi Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz — di mana Iran menyatakan bersedia membuka selat tersebut jika AS mencabut blokade dan mengakhiri konflik. Namun hingga kini, posisi resmi Washington masih belum jelas.
Sentimen kedua yang membayangi adalah keputusan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75% pada pertemuan April (28/4/2026). Level ini merupakan yang tertinggi sejak September 1995. BoJ sekaligus menaikkan proyeksi inflasi inti tahun fiskal 2026 menjadi 2,8% YoY dari sebelumnya 1,9% YoY, namun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 menjadi 0,5% dari sebelumnya 1%.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar juga akan menantikan data Economic Sentiment Euro Area yang diperkirakan turun ke level 94 pada April 2026 dari level 96,6 pada Maret 2026. Penurunan ini mencerminkan meluasnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi kawasan di tengah tekanan harga energi global.
Sementara dari Amerika Serikat, pasar menantikan sejumlah rilis data ekonomi penting. Data building permits, durable goods orders, dan housing starts dijadwalkan rilis pada Rabu (29/4) waktu AS. Keesokan harinya, Kamis (30/4), giliran indeks PCE prices dan data GDP Kuartal I-2026 yang akan dirilis. Selain itu, hasil pertemuan The Fed beserta komentar Chairman Jerome Powell juga dinantikan pada Rabu malam waktu setempat.
Di sisi domestik, tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih bersumber dari arus keluar modal asing yang belum reda. Selama periode 20-24 April 2026, IHSG melemah 6,61% ke level 7.129,49, dengan kapitalisasi pasar BEI ikut menyusut 6,59% menjadi Rp 12.736 triliun. Investor asing sepanjang tahun 2026 ini tercatat telah mencetak nilai jual bersih sebesar Rp 42,809 triliun.
Meski kondisi indeks masih tertekan, Phintraco Sekuritas tetap membuka peluang bagi investor yang selektif. Perusahaan efek tersebut merekomendasikan 5 saham untuk trading pada Rabu (29/4/2026), yaitu GJTL (PT Gajah Tunggal Tbk), HMSP (PT HM Sampoerna Tbk), BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk), RMKE (PT RMK Energy Tbk), dan WIIM (PT Wismilak Inti Makmur Tbk).
MNC Sekuritas dalam proyeksinya turut memperkuat pandangan bahwa IHSG hari ini akan bergerak bervariasi. "Koreksi IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas menguji 6.983-7.009 dan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 7.109-7.270," tulis MNC Sekuritas, Rabu (29/4/2026).