JAKARTA – Saham GGRM disorot setelah naik 11,36% disertai net buy asing Rp 16,9 miliar. Mansek rekomendasikan buy GGRM hari ini dengan target Rp 16.500.
Pergerakan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) pada perdagangan Selasa (28/4/2026) langsung menarik perhatian. Saham emiten rokok ini melonjak 11,36% ke level Rp 16.175, menjadi salah satu saham yang paling mencolok di tengah IHSG yang masih melemah pada hari yang sama.
Mandiri Sekuritas (Mansek) langsung merespons pergerakan tersebut dengan merekomendasikan saham GGRM untuk day trade pada perdagangan Rabu (29/4/2026). "Long white candle," sebut Mansek dalam ulasannya untuk perdagangan hari ini, Rabu (29/4/2026). Mansek mematok target harga Rp 16.500, dengan stoploss apabila harga jatuh ke bawah Rp 16.000.
Dari sisi arus dana, investor asing membukukan beli bersih (net buy) di saham GGRM senilai Rp 16,9 miliar pada Selasa kemarin. Aksi ini bukan yang pertama kali terjadi — pada 2 hari bursa sebelumnya, asing juga mencatat net buy masing-masing Rp 1,91 miliar pada 24 April dan Rp 3,52 miliar pada 27 April. Dengan demikian, akumulasi beli asing di saham Gudang Garam sudah berlangsung 3 hari bursa berturut-turut.
Volume perdagangan saham GGRM pada Selasa terbilang aktif. Sebanyak 3,12 juta saham berpindah tangan dalam frekuensi 3.348 kali transaksi, dengan nilai total Rp 48,73 miliar.
Penguatan saham GGRM ini juga tak bisa dilepaskan dari katalis baru yang muncul sepekan sebelumnya. BEI secara resmi memulai implementasi kuotasi liquidity provider saham, dan Phintraco Sekuritas menjadi anggota bursa pertama yang menjalankan program ini sejak Senin (20/4/2026).
Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. "BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal," ujar Irvan Susandy dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Dalam tahap awal program itu, Phintraco Sekuritas memberikan kuotasi berupa penyediaan order beli dan jual pada 5 saham, salah satunya saham GGRM. Kehadiran liquidity provider di saham ini bertujuan menyempitkan selisih harga bid-ask, meningkatkan kedalaman pasar, dan memberi kemudahan transaksi bagi investor di saham-saham yang sebelumnya kurang likuid.
Dari sisi fundamental, prospek sektor rokok dinilai mulai membaik di 2026 seiring stagnasi tarif cukai yang membuka ruang perbaikan margin emiten. GGRM disebut-sebut berpeluang mengalami pemulihan laba yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana yang juga diproyeksikan untuk HMSP. Stabilitas kebijakan cukai dinilai memberikan ruang bagi emiten besar dengan pangsa pasar luas seperti Gudang Garam untuk mengoptimalkan profitabilitas.
Sentimen teknikal yang kuat, dukungan liquidity provider dari BEI, akumulasi beli asing beruntun, dan prospek pemulihan fundamental industri rokok menjadi kombinasi yang mendorong saham GGRM masuk radar para pelaku pasar pada perdagangan Rabu hari ini.