Pemegang Saham ADRO Siap Terima Dividen Rp 117 per Saham

Rabu, 29 April 2026 | 22:52:25 WIB
Ilustrasi – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) (https://www.kabarbursa.com/uploads/covers/1767081811-69538753736d7.webp)

JAKARTA – Dividen final ADRO sebesar US$ 197,5 juta siap cair 8 Mei 2026. Pemegang saham juga dapat kabar buyback diperbesar jadi Rp 5 triliun.

Dua kabar sekaligus datang dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang langsung disambut antusias oleh para pemegang saham. Selain mengonfirmasi jadwal pembayaran dividen final, perseroan juga memperbesar anggaran buyback saham yang sebelumnya ditetapkan di angka Rp 4 triliun.

"Dividen dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham atau recording date pada 29 April 2026," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Sabtu (18/4/2026).

Sekretaris Perusahaan Alamtri Resources Indonesia Maharani Cindy Opssedha menjelaskan, keputusan pembagian dividen ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 April 2026.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi telah ditetapkan pada 27 April 2026, sementara ex dividen jatuh pada 28 April 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei 2026, sehingga para pemegang saham yang tercatat pada recording date akan menerima haknya secara tepat waktu.

Adapun dividen final yang dibagikan sebesar US$ 197,5 juta atau setara sekitar Rp 3,39 triliun. Dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di Rp 17.000, angka tersebut mengimplikasikan dividen final sebesar Rp 117 per saham atau sekitar Rp 11.700 per lot.

"Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final Rp 117 per saham," sebut Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Senin (20/4/2026).

Stockbit Sekuritas berpendapat, yield dividen final ADRO sekitar 4,6% berdasarkan harga saham pada penutupan Jumat (17/4/2026), angka yang terbilang menarik mengingat suku bunga deposito perbankan umum saat ini hanya berada di kisaran 2%.

Dividen final ini merupakan bagian dari total alokasi dividen tahun buku 2025 sebesar US$ 447,5 juta, atau setara 99,96% dari laba bersih perseroan yang mencapai US$ 447,69 juta. Sebelumnya, ADRO telah lebih dahulu merealisasikan dividen interim sebesar US$ 250 juta yang dibayarkan pada 15 Januari 2026, dengan nilai Rp 145,14 per saham. Total dividend payout ratio ADRO untuk tahun buku 2025 dengan demikian mencapai sekitar 100%, jauh melonjak dibanding tahun buku 2024 yang hanya sebesar 36%.

Selain dividen, RUPST juga memberikan lampu hijau untuk memperbesar program pembelian kembali saham. Anggaran buyback ADRO resmi ditingkatkan dari semula maksimal Rp 4 triliun menjadi Rp 5 triliun. Program ini akan dijalankan selama 12 bulan terhitung sejak 18 April 2026 dan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Phintraco Sekuritas dalam risetnya memperkirakan, ADRO bakal mencetak pertumbuhan laba bersih yang kuat sepanjang 2026, ditopang oleh kenaikan harga batu bara. Pendapatan perseroan diproyeksikan meningkat 31% menjadi US$ 2,45 miliar dengan perkiraan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 13%. Dengan kombinasi dividen jumbo dan buyback berskala besar, ADRO menempatkan diri sebagai salah satu emiten yang paling atraktif di sektor energi pada tahun ini.

Terkini