JAKARTA – Asing belanja selektif saat IHSG melemah 0,48% pada Selasa (28/4). Saham MDKA paling diincar dengan net buy Rp 146,76 miliar, disusul INCO dan BBNI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,12 poin atau 0,48% ke level 7.072,39 pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Di tengah koreksi tersebut, investor asing masih mencatat aksi beli bersih (net buy) secara selektif pada sejumlah saham pilihan, menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sejumlah emiten domestik belum sirna.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi incaran terbesar investor asing pada sesi tersebut. "CASA ratio solid di 69,75% dari total DPK Rp 1,04 kuadriliun, fondasi funding murah yang kuat," papar BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Selasa (7/4/2026) — pernyataan yang mencerminkan kepercayaan analis pada emiten-emiten dengan fundamental kuat yang kini sedang diincar asing.
Mandiri Sekuritas berpendapat, saham BBNI masih menarik untuk diperdagangkan pada Rabu (29/4/2026) dengan rekomendasi buy untuk day trade, menargetkan harga Rp 3.850 dengan stoploss apabila turun ke bawah Rp 3.750.
Berikut daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Selasa (28/4/2026): MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk) Rp 146,76 miliar, INCO (PT Vale Indonesia Tbk) Rp 54,1 miliar, BBNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) Rp 33,96 miliar, ELSA (PT Elnusa Tbk) Rp 31,26 miliar, ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk) Rp 28,31 miliar, GGRM (PT Gudang Garam Tbk) Rp 16,98 miliar, ESSA (PT ESSA Industries Indonesia Tbk) Rp 15,38 miliar, ISAT (PT Indosat Tbk) Rp 13,99 miliar, dan INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk) Rp 12,31 miliar.
Dari sisi IHSG, tekanan datang dari 8 dari 11 sektor yang memerah. Sektor barang consumer primer mencatat koreksi terdalam 1,61%, disusul barang baku 1,48%, infrastruktur 0,84%, teknologi 0,73%, dan energi 0,42%. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi penopang dengan penguatan 0,92%, diikuti properti dan real estate 0,27%, serta perindustrian 0,10%.
Total volume perdagangan saham di BEI pada Selasa mencapai 31,61 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 17,10 triliun. Sebanyak 350 saham melemah, sementara 339 saham menguat dan 129 saham stagnan.
Yang menarik, saham BBNI secara beruntun terus membukukan net buy asing sejak 16 April 2026 hingga 28 April 2026, dengan akumulasi total nilai mencapai Rp 447,84 miliar. Pola konsisten ini mencerminkan keyakinan investor institusional global terhadap fundamental bank pelat merah tersebut, meskipun harganya bergerak fluktuatif dalam periode yang sama.
Aksi beli selektif ini juga mencerminkan strategi rotasi investasi global, di mana pemodal asing memilah emiten-emiten yang dinilai memiliki katalis fundamental kuat, mulai dari sektor tambang nikel-tembaga hingga perbankan bervaluasi murah. Pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis pada Rabu malam, termasuk pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pascapertemuan bank sentral, yang diprediksi kembali memengaruhi arah sentimen pasar global.