Siap-Siap Dividen BMRI: RUPST 29 April, Yield Bisa 8,6%

Rabu, 29 April 2026 | 20:54:35 WIB
Ilustrasi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) (https://cdn.visiteliti.com/article/2024-02/24/VvkYmIPF7ZtgOLGEuI8I_1708735587.webp)

JAKARTA – Bank Mandiri gelar RUPST 29 April 2026. Dividen BMRI dengan asumsi payout ratio 80% diproyeksi Rp 383 per saham, yield hingga 8,6%.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Rabu (29/4/2026), bertempat di Jakarta Selatan dan dilaksanakan secara elektronik mulai pukul 14.00 WIB. Rapat membahas 10 mata acara strategis, termasuk persetujuan penggunaan laba bersih, rencana buyback saham, dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Direksi BMRI menegaskan landasan hukum penetapan dividen yang akan dibahas dalam forum pemegang saham tersebut. "Berdasarkan ketentuan (i) Pasal 22 juncto Pasal 27 Anggaran Dasar Perseroan serta (ii) Pasal 70 dan Pasal 71 UUPT, penggunaan laba bersih perseroan diputuskan dalam RUPS," jelas direksi Bank Mandiri dalam pemanggilan RUPST beberapa waktu lalu.

Stockbit Sekuritas berpendapat, berdasarkan Closed Door Meeting bersama manajemen Bank Mandiri pada Senin (30/3/2026), perseroan memberikan panduan payout ratio di kisaran 70-80%, meskipun keputusan final sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.

Dengan asumsi payout ratio 80%, dividen final tahun buku 2025 diproyeksi sebesar Rp 383 per saham, mencerminkan yield sekitar 8,1% berdasarkan harga intraday Rp 4.710 per saham. Namun dengan harga penutupan saham BMRI pada Selasa (28/4/2026) di level Rp 4.430, potensi yield dividen final bisa melonjak lebih tinggi hingga 8,6%.

Perlu dicatat, BMRI sebelumnya sudah mendistribusikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 100 per saham yang dibayarkan pada 14 Januari 2026. Dengan demikian, nominal dividen final yang akan ditetapkan hari ini belum termasuk komponen interim tersebut.

Sinyal positif juga datang dari Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, yang sebelumnya mengindikasikan bahwa pembagian dividen tahun buku 2025 berpotensi lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, Bank Mandiri membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 78%.

Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik global yang masih menyelimuti pasar, manajemen Bank Mandiri mengisyaratkan kecenderungan untuk mengembalikan porsi modal lebih besar kepada pemegang saham. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa dividend payout ratio BMRI tahun ini berpotensi berada di kisaran yang lebih tinggi.

Selain agenda pembagian dividen, RUPST juga akan membahas penetapan remunerasi direksi dan komisaris, penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026, serta pengkinian rencana aksi pemulihan atau recovery plan perseroan. Agenda lain mencakup pelaporan realisasi penggunaan dana green bond tahap II 2025 dan obligasi keberlanjutan tahap I 2025.

Perombakan susunan pengurus pun tampaknya ikut menjadi sorotan. Bank Mandiri sebelumnya telah melakukan penyegaran jajaran Dewan Komisaris lewat RUPSLB pada 19 Desember 2025, yang menyetujui penunjukan Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama/Independen, M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai Wakil Komisaris Utama, serta B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen.

Secara historis, Bank Mandiri dikenal konsisten mendistribusikan dividen sejak 2004 dengan imbal hasil yang kompetitif. Kombinasi fundamental kuat, profitabilitas stabil, dan potensi yield tinggi menjadikan keputusan RUPST hari ini sebagai salah satu momen yang paling dinantikan pelaku pasar modal Indonesia.

Terkini