Update Pasar Modal: IHSG Berpotensi Uji Level Support 7.000

Selasa, 28 April 2026 | 12:22:13 WIB
Ilustrasi IHSG Support 7000 (https://cdn.banyumasekspres.id/wp-content/uploads/2025/07/ihsg-menguat-tembus-di-level-7000.jpg)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksikan akan bergerak terbatas dengan kecenderungan sideways pada perdagangan hari ini, Selasa 28 April 2026.

Laju bursa domestik menunjukkan fenomena yang cukup fluktuatif setelah sempat menguat hampir sepanjang sesi perdagangan pada hari Senin kemarin.

Namun, peningkatan tekanan jual menjelang bel penutupan membuat indeks harus berakhir di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,32 persen.

“Setelah sempat rebound, IHSG akhirnya ditutup melemah. Secara teknikal, MACD sudah membentuk death cross dan Stochastic RSI bergerak menuju area oversold,” ujarnya kepada Kontan, Senin (27/4/2026).

Alrich Paskalis Tambolang selaku Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan indeks akan berada pada rentang level 7.000 hingga 7.250.

Level dukungan utama saat ini dipetakan berada pada angka 7.000 dengan titik hambatan atau resistance yang bertengger di posisi 7.300.

Di sisi lain, perkembangan internal pasar modal Indonesia mendapatkan sentimen dari otoritas keuangan negara terkait kebijakan fiskal terbaru.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah menggodok skema pemberian insentif pajak yang diharapkan mampu memberikan stimulus bagi para pemodal.

Laporan investasi asing langsung di luar sektor keuangan dan migas juga menunjukkan performa yang cukup menggembirakan dengan pertumbuhan mencapai 8,5 persen.

Total realisasi modal asing pada kuartal 1 tahun ini telah menyentuh angka Rp 250 triliun, menandai tren positif selama 2 kuartal berturut-turut.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia, serta dipengaruhi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang belum menemukan titik terang,” ujarnya.

Herditya Wicaksana yang menjabat sebagai Head of Retail Research MNC Sekuritas menilai bahwa ketidakpastian global masih menjadi faktor penghambat bagi indeks.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang belum mereda serta fluktuasi harga energi dunia terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar modal.

Beberapa emiten di sektor pertambangan dan ritel mendapatkan rekomendasi untuk diperhatikan oleh para investor dalam jangka pendek ini.

Saham seperti ARCI yang bergerak pada kisaran harga 1.720 hingga 1.780 serta MIDI pada level 348 sampai 360 menjadi pilihan menarik.

Selain itu, Phintraco Sekuritas menjagokan beberapa nama besar seperti AMMN dan GGRM sebagai pilihan utama untuk memaksimalkan peluang keuntungan.

Kedisiplinan dalam menerapkan strategi pengelolaan risiko sangat diperlukan mengingat kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi dan rentan terhadap gejolak berita luar negeri.

Terkini