JAKARTA – Bursa saham Meksiko resmi menutup perdagangan di zona merah dengan penurunan Indeks S&P BMV IPC sebesar 0,30 persen pada sesi penutupan terbaru hari ini.
Pelemahan ini mencerminkan sikap waspada para pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Amerika Latin yang masih menghadapi tantangan inflasi.
"Indeks utama S&P BMV IPC di bursa Meksiko ditutup melemah 0,30 persen pada perdagangan hari ini, dipicu oleh aksi ambil untung pada saham sektor material," tulis laporan pasar Meksiko, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).
Penurunan ini memutus tren penguatan yang sempat terjadi pada pertengahan pekan seiring dengan rilis data ekonomi domestik yang beragam.
Analis bursa menyatakan bahwa pergerakan pasar saham Meksiko sangat dipengaruhi oleh dinamika suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral dalam upaya menekan harga.
"Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang," papar laporan pasar Meksiko, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).
Sektor jasa keuangan dan telekomunikasi menjadi pemberat utama yang menyeret indeks ke zona negatif hingga bel penutupan dibunyikan.
Volume perdagangan terpantau cukup moderat dengan dominasi transaksi dari investor institusi lokal yang melakukan penyesuaian portofolio.
Meksiko terus berupaya menjaga daya tarik pasar modalnya di tengah persaingan ketat aliran modal asing yang masuk ke negara-negara berkembang lainnya.
Beberapa emiten besar di sektor industri tetap menunjukkan ketahanan meskipun tidak mampu mengangkat performa indeks secara keseluruhan.
Koreksi sebesar 0,30 persen ini dinilai oleh para ahli sebagai bentuk konsolidasi wajar setelah pasar mengalami kenaikan signifikan pada periode sebelumnya.