Laba Semester Pertama AMP Melonjak 57 Persen Didorong Kemitraan China

Laba Semester Pertama AMP Melonjak 57 Persen Didorong Kemitraan China
Ilustrasi amp limited (FOTO : NET)

JAKARTA – AMP Limited membukukan kenaikan laba bersih semester pertama sebesar 57% pada Kamis, didorong oleh hasil yang lebih kuat dari kemitraan China dan platform kekayaannya yang mengimbangi kinerja perbankan yang lebih lemah.

Kelompok jasa keuangan Australia ini melaporkan laba bersih setelah pajak secara statutori sebesar A$154 juta untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni, naik dari A$98 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat 4% menjadi A$1,425 miliar.

Laba underlying, yang digunakan AMP sebagai ukuran utamanya, naik 32,8% menjadi A$174 juta dari A$131 juta. Laba per saham underlying meningkat menjadi 6,9 sen dari 5,2 sen, sementara imbal hasil ekuitas underlying membaik menjadi 9,8% dari 7,4%.

Pertumbuhan laba terutama berasal dari segmen Partnerships & Group milik AMP, di mana laba melonjak menjadi A$43 juta dari A$2 juta setahun sebelumnya. Kontribusi laba dari kemitraan China melonjak 107,4% menjadi A$56 juta, mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan di China Life Pension Company.

Pendapatan investasi yang lebih tinggi dari kas Grup dan beban bunga yang lebih rendah atas utang korporasi juga turut berkontribusi.

Divisi Platforms AMP, kontributor laba terbesarnya, mencatat pertumbuhan laba sebesar 15,1% menjadi A$61 juta atas arus kas bersih yang lebih tinggi dan kondisi pasar yang menguntungkan. Laba Superannuation & Investments meningkat 18,5% menjadi A$32 juta.

Kenaikan ini sebagian diimbangi oleh AMP Bank, di mana laba turun 33,3% menjadi A$20 juta seiring perusahaan terus berinvestasi dalam layanan digital AMP Bank GO. Laba New Zealand Wealth Management turun 5,3%, terutama akibat dampak nilai tukar mata uang.

Total aset kelolaan di seluruh Platforms, Superannuation & Investments, dan New Zealand Wealth Management naik 8,9% menjadi A$167,6 miliar. Rasio biaya terhadap pendapatan grup membaik menjadi 60,5% dari 63,0%.

Dewan direksi mengumumkan dividen interim sebesar 3,0 sen per saham, dengan franking 20%, naik dari 2,0 sen pada dividen akhir periode sebelumnya.

AMP menyatakan akan meluncurkan tranche kedua pembelian kembali saham di pasar hingga A$150 juta, sehingga total buyback untuk tahun 2026 mencapai sebanyak A$300 juta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index