Dukung Program Tiga Juta Rumah, BTN Gandeng BPS Olah Data Statistik

Dukung Program Tiga Juta Rumah, BTN Gandeng BPS Olah Data Statistik
Ilustrasi: BTN menggandeng BPS untuk memanfaatkan data BNBA dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) Berencana memanfaatkan data By Name By Address (BNBA) yang selama ini menjadi basis penyaluran bantuan sosial pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran nasabah.

Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan data statistik nasional.

Melalui data tersebut, BTN berharap dapat memetakan masyarakat yang belum memiliki rumah serta tingkat penghasilan mereka. Hal ini dilakukan agar penyaluran pembiayaan, terutama untuk Program 3 Juta Rumah, menjadi lebih tepat sasaran.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyatakan bahwa data yang akurat merupakan kunci dalam mengatasi backlog perumahan yang masih mencapai sekitar 9,9 juta unit. Sementara itu, kebutuhan rumah baru setiap tahun diperkirakan mencapai 700 ribu hingga 800 ribu unit.

"Kami memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kami bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kami butuhkan. Dengan data yang semakin baik, pembiayaan akan semakin tepat sasaran," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Melalui kerja sama tersebut, BTN akan memanfaatkan data statistik dan BNBA untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kebutuhan perumahan masyarakat.

Data tersebut mencakup informasi lokasi, karakteristik sosial ekonomi, kemampuan beli, hingga potensi permintaan pembiayaan di berbagai daerah.

Selain BNBA, BTN juga akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk mengidentifikasi karakteristik aktivitas usaha dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Informasi ini akan menjadi dasar perseroan dalam menyusun strategi pembiayaan dan memperluas akses kepemilikan rumah.

Nixon menilai pemanfaatan data menjadi semakin penting seiring dengan transformasi industri perbankan yang mengedepankan pengambilan keputusan berbasis data.

"Makin ke depan, data tidak bisa dipisahkan dari pengambilan keputusan. Kami membutuhkan orang-orang yang mampu mengolah data menjadi informasi sehingga bisa menjadi dasar dalam menentukan strategi dan kebijakan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kerja sama BTN dan BPS juga mencakup dukungan pelaksanaan sensus dan survei serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, kedua lembaga akan menyusun model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA sebagai tindak lanjut nota kesepahaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index