Futures Saham AS Stabil Saat Saham Teknologi Melambat dan Isu Selat Hormuz

Futures Saham AS Stabil Saat Saham Teknologi Melambat dan Isu Selat Hormuz
Ilustrasi indeks saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Futures indeks saham AS berada dalam kondisi stabil pada Rabu malam dengan perhatian pasar tertuju pada potensi kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sementara pergerakan saham teknologi melambat setelah memulai bulan Agustus dengan kuat.

S&P 500 Futures mengalami kenaikan 0,1% menjadi 7.758,25 poin pada pukul 07:28. Di sisi lain, Nasdaq 100 Futures meluncur turun 0,17% ke level 29.564,25 poin, sedangkan Dow Jones Futures mencatatkan penguatan 0,14% menuju posisi 54.567,0 poin.

Kondisi futures cenderung stabil setelah penutupan perdagangan yang bervariasi di Wall Street, tempat para pemodal merealisasikan sebagian keuntungan dari saham teknologi pascakenaikan di awal pekan. Selain itu, kinerja keuangan dari SpaceX (NASDAQ:SPCX) serta AMD (NASDAQ:AMD) yang di luar harapan turut memberikan tekanan pada pasar.

Perhatian utama pada pekan ini tertuju penuh pada upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, setelah pihak berwenang AS sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan sudah sangat dekat.

Pihak berwenang Iran memberi petunjuk pada Rabu bahwa kesepakatan dengan Oman terkait Hormuz sudah di ambang penyelesaian, serta mengingatkan AS agar tidak melancarkan aksi militer baru ke wilayah mereka.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa pihak mereka hanya berkomunikasi melalui pihak penengah di Oman dan tidak menyelenggarakan dialog langsung dengan Amerika Serikat. Pihak Teheran turut menegaskan bahwa kesepakatan bersama Oman tidak secara otomatis menjamin keamanan di kawasan Hormuz.

Walaupun demikian, Harapan atas dibukanya kembali perairan strategis tersebut telah memicu penurunan harga minyak secara signifikan pada minggu ini sekaligus memberi dorongan bagi instrumen berisiko.

Kendati demikian, para pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap dinamika sentimen yang dapat berubah sewaktu-waktu, mengingat AS dan Iran terus berada dalam pusaran saling ancam, serangan, serta konsesi sejak konflik mereka pecah pada akhir Februari.

Indeks di bursa Wall Street mencatatkan pergerakan bervariasi pada Rabu, di mana Dow Jones Industrial Average berhasil melesat ke rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 terkoreksi dari level tertingginya dan melemah 0,17%.

NASDAQ Composite berada di posisi tertinggal dengan penurunan 0,8% yang disebabkan oleh tekanan pada sektor teknologi. Capaian laba kuartal Juni milik AMD dan SpaceX tidak mampu memuaskan ekspektasi pasar sehingga saham kedua perusahaan tersebut merosot tajam pada hari itu.

Saham para produsen chip turut mengalami penurunan setelah mencetak performa awal yang positif di bulan Agustus, dengan Philadelphia Semiconductor Index terkoreksi 1,4%.

Saham-saham teknologi, khususnya yang terkait dengan industri manufaktur chip serta kecerdasan buatan, masih berada dalam posisi rentan setelah mengalami penurunan mendalam sepanjang Juli. Sektor ini terus dibayangi keraguan mengenai kewajaran lonjakan nilai valuasi yang didorong oleh tren AI.

Musim penyampaian laporan keuangan kuartal kedua dipastikan berlanjut pada Kamis, mencakup rilis kinerja dari ConocoPhillips (NYSE:COP), Parker-Hannifin Corporation (NYSE:PH), Airbnb Inc (NASDAQ:ABNB), serta Warner Bros Discovery Inc (NASDAQ:WBD).

Di luar agenda kinerja keuangan, perhatian utama minggu ini tertuju pada rilis data nonfarm payrolls periode Juli yang dijadwalkan keluar pada Jumat. Publikasi data tersebut diproyeksikan bakal memengaruhi arah ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index