JAKARTA – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG telah menetapkan total laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yakni sebesar Rp 190,85 miliar, untuk dibagikan sebagai dividen tunai.
Keputusan ini telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilangsungkan di Jakarta pada Jumat (8/5/2026).
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa langkah pembagian seluruh laba sebagai dividen ini merupakan wujud komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, meskipun industri semen nasional sedang menghadapi tantangan.
“SIG berhasil mengatasi tantangan terutama pada paruh kedua tahun 2025, di mana Perseroan mulai mengimplementasikan strategi transformasi yang berhasil menciptakan titik balik dan tren kinerja yang positif,” ujar Vita dalam siaran pers, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan bahwa tren positif ini terus terjaga hingga kuartal I-2026 dan menjadi landasan bagi perseroan guna mempertahankan pertumbuhan kinerja secara berkesinambungan.
Di tengah kondisi persaingan industri semen yang tetap ketat, SIG telah menerapkan strategi transformasi bisnis semenjak semester II-2025. Kebijakan tersebut mulai membuahkan hasil pada peningkatan kinerja operasional serta penjualan.
Terbukti pada kuartal I-2026, volume penjualan SIG dilaporkan meningkat 1,7% secara tahunan menjadi 8,71 juta ton. Selain itu, pendapatan perseroan pun tumbuh sebesar 8,3% year on year (yoy) hingga mencapai Rp 8,29 triliun.
SIG juga tengah memperkokoh pasar ekspor sebagai motor pertumbuhan baru. Melalui kolaborasi anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dengan Taiheiyo Cement Corporation, perseroan telah merampungkan pengembangan dermaga serta fasilitas produksi ekspor yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas ini diproyeksikan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
Adanya fasilitas ekspor baru tersebut diharapkan mampu mendongkrak utilisasi produksi sekaligus memperbaiki margin usaha saat pasar domestik masih mengalami tekanan.
“Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri domestik, sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional,” kata Vita sebagaimana dilansir dari berita sumber.
SIG memberikan proyeksi bahwa industri semen nasional pada tahun 2026 akan mulai memasuki tahap pemulihan yang lebih stabil, selaras dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di rentang 5,2% sampai 5,5%.
Permintaan semen di dalam negeri diperkirakan akan tumbuh moderat di kisaran 1%-2%, yang didukung oleh pulihnya daya beli masyarakat serta realisasi berbagai proyek pemerintah.
Selain memberikan persetujuan terkait pembagian dividen, RUPST tersebut juga menyetujui laporan tahunan untuk tahun buku 2025, penetapan remunerasi bagi direksi dan komisaris, penunjukan kantor akuntan publik, pengesahan rencana jangka panjang perusahaan periode 2026-2030 dan RKAP 2027, laporan realisasi penggunaan dana PMHMETD I, serta perubahan pada anggaran dasar perseroan.