JAKARTA – Sukuk Tabungan (ST) seri ST012 dengan tenor 2 tahun dijadwalkan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Mei 2026. Momentum jatuh tempo yang bertepatan dengan periode penawaran ST016 ini diprediksi akan mendorong adanya aksi reinvestasi dari para investor menuju ST016.
Head of PR & Corporate Communication Bibit, William, berpendapat bahwa peluang penyerapan pasar untuk ST016 masih tergolong sangat baik. Hal tersebut dilandasi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah besaran kupon ST016 yang cukup kompetitif jika dibandingkan dengan deposito.
Terlebih lagi, instrumen ini memiliki skema floating with floor yang mampu memberikan proteksi apabila suku bunga mengalami penurunan, serta dapat menjadi alternatif di tengah fluktuasi pasar saham. Ketertarikan investor terhadap SBN ritel pada periode sebelumnya pun masih dinilai bagus.
"Potensi reinvestasi sangat ada dan biasanya terjadi. Bibit sudah membuktikannya," ujar William, Jumat (8/5/2026).
Di sisi lain, William mengungkapkan bahwa bagi sebagian investor, risiko persaingan dengan instrumen investasi lainnya mungkin tetap menjadi pertimbangan. Sebagai contoh, apabila pasar saham kembali terlihat menjanjikan, ada kemungkinan sebagian dana investor akan dialihkan ke sana.
Selain itu, dari aspek pengetahuan, masih terdapat investor yang belum sepenuhnya mengerti perbedaan antara Sukuk Tabungan (ST) dengan Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel (SR), khususnya mengenai sifat non-tradable serta mekanisme floating with floor.
"Ini tugas kami untuk mengedukasi lewat media sosial dan kegiatan-kegiatan offline," ujar William.
M Rizal Taufikurahman, selaku Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Indef, memperkirakan penjualan ST016 berpotensi tetap optimal dan mencapai target di kisaran Rp 15 triliun.
Hal ini disebabkan oleh basis investor ritel yang terus mengalami pertumbuhan serta kondisi pasar yang cenderung risk-off, sehingga memicu perpindahan dana ke instrumen yang lebih aman seperti SBN ritel. Ditambah lagi, potensi reinvestasi dari ST012 yang jatuh tempo pada 10 Mei 2026 ke ST016 terbilang cukup besar.
“Investor existing biasanya melakukan rollover untuk menjaga arus pendapatan tetap, apalagi kupon ST016 saat ini masih cukup kompetitif di atas 6%,” uajr Rizal sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebagaimana telah diketahui, Sukuk Tabungan (ST) seri ST016 adalah SBN ritel ketiga yang dipasarkan pada tahun 2026. ST016 yang mulai ditawarkan sejak 8 Mei hingga 3 Juni 2026 ini menawarkan kupon mencapai lebih dari 6%.
Untuk ST016 tenor 2 tahun memiliki kupon sebesar 6,05% dan ST016 tenor 4 tahun memiliki kupon sebesar 6,25%. Jenis imbalan ini bersifat mengambang dengan batas minimal (floating with floor).
Investor ritel dapat mulai melakukan pemesanan mulai dari Rp 1 juta, dengan batas maksimal pemesanan Rp 5 miliar untuk tenor 2 tahun dan Rp 10 miliar untuk tenor 4 tahun. Dalam penerbitan ST016 ini, Kementerian Keuangan menargetkan perolehan dana mencapai sekitar Rp 15 triliun.