Dari R&D ke Profit: BLES Bukukan Laba Meroket 4.240% Awal 2026

Dari R&D ke Profit: BLES Bukukan Laba Meroket 4.240% Awal 2026
Ilustrasi PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) (https://storage.googleapis.com/storage-ajaib-prd-platform-wp-artifact/2024/07/PT-Superior-Prima-Sukses-Tbk-BLES-768x462.jpg)

JAKARTA – Strategi efisiensi operasional yang dijalankan PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) selama 2025 kini menunjukkan hasil yang signifikan di awal tahun ini. Lonjakan laba BLES sebesar 4.240% pada kuartal I-2026 membuktikan bahwa inisiatif efisiensi yang dirintis sejak kuartal III dan IV 2025 telah memberikan dampak nyata terhadap kinerja keuangan perseroan.

Merujuk laporan keuangan yang terbit di Bursa Efek Indonesia, penjualan bersih BLES tumbuh 6,41% YoY dari Rp 314,20 miliar menjadi Rp 334,35 miliar sampai dengan Maret 2026. Pertumbuhan top line ini berjalan beriringan dengan keberhasilan BLES menekan beban pokok penjualan sebanyak 13,92% YoY, dari Rp 250,48 miliar menjadi Rp 215,60 miliar.

Kombinasi antara pendapatan yang tumbuh dan HPP yang lebih ramping mendongkrak laba bruto BLES sebesar 86,36% YoY menjadi Rp 118,75 miliar, dari sebelumnya berada di posisi Rp 63,72 miliar. Pada sisi beban usaha, BLES juga berhasil melakukan pemangkasan sebesar 11,85% YoY menjadi Rp 51,23 miliar, sehingga laba usaha melonjak 1.105,53% YoY dari Rp 5,60 miliar menjadi Rp 67,51 miliar hingga Maret 2026.

Secara keseluruhan, BLES membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 46,93 miliar pada kuartal I-2026, melejit 4.205,50% dibandingkan raihan Rp 1,09 miliar pada kuartal I-2025 lalu. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat sebesar Rp 46,88 miliar, naik drastis dari hanya Rp 1,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan Superior Prima Sukses, Andrew, menyebut capaian ini sebagai buah dari inisiatif Research and Development (R&D) yang dijalankan sejak kuartal III dan IV 2025. Efisiensi dalam pengelolaan bahan baku menjadi faktor yang paling berdampak langsung terhadap penurunan biaya pokok penjualan (HPP) dan peningkatan margin keuntungan.

"Kuartal I-2026 menjadi momentum penting bagi BLES. Kami melihat hasil nyata dari berbagai inisiatif efisiensi dan penguatan operasional yang telah dijalankan sebelumnya. Lonjakan laba ini menunjukkan bahwa strategi yang kami terapkan berada pada jalur yang tepat," kata Andrew melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (2/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Andrew juga menyoroti kebijakan pemerintah yang lebih stabil sebagai faktor eksternal yang turut memberikan ruang bagi penyesuaian harga jual produk. Peningkatan volume penjualan seiring bertambahnya kapasitas produksi pun disebut menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan yang lebih solid di periode ini.

Dengan kapasitas produksi yang kini telah mencapai sekitar 5,6 juta m³ per tahun serta mulai beroperasinya pabrik ke-5 di Banjarnegara, BLES dinilai berada pada posisi yang semakin kokoh. Manajemen meyakini kombinasi ekspansi kapasitas dan efisiensi operasional akan memperkuat daya tarik perseroan bagi para investor sekaligus menjaga pertumbuhan laba BLES secara konsisten sepanjang 2026.

Untuk mendukung target tersebut, BLES mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar pada tahun ini. Dana capex itu akan digunakan untuk penambahan 50 unit armada truk, investasi efisiensi energi melalui instalasi solar panel, serta regenerasi mesin dan komponen alat produksi yang sudah memasuki usia tua.

"Dengan kapasitas yang semakin besar dan efisiensi yang terus meningkat, kami optimistis kinerja sepanjang 2026 akan terus bertumbuh. Permintaan pasar bahan bangunan yang tetap kuat menjadi peluang bagi Perseroan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," tambah Andrew, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index