JAKARTA – Laba CINT tumbuh 21% year on year (YoY) menjadi Rp 1,98 miliar pada kuartal I-2026, menandai awal tahun yang positif bagi PT Chitose Internasional Tbk (CINT) seiring perbaikan kinerja operasional dan konsistensi dalam menjalankan strategi jangka panjang perseroan.
Pertumbuhan laba ini berjalan seiring perbaikan pada sisi pendapatan. Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Jumat (1/5/2026), penjualan perseroan tercatat naik 6% YoY menjadi Rp 114 miliar, dari sebelumnya Rp 107 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur CINT R. Nurwulan Kusumawati menyebut capaian ini sebagai cerminan dari strategi yang dirancang matang berdasarkan evaluasi kinerja tahun sebelumnya. "Kinerja perseroan pada kuartal I-2026 mencerminkan konsistensi dalam menjalankan strategi berkelanjutan serta komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan resmi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk menjaga laju pertumbuhan, CINT akan tetap fokus pada bisnis inti serta memperkuat basis pelanggan loyal, khususnya di segmen produk pendidikan dan perkantoran. Di luar segmen utama, perusahaan juga mendorong diversifikasi usaha ke segmen baru, salah satunya sektor kesehatan (healthcare).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, CINT melakukan revitalisasi teknologi guna mendukung pengembangan produk di berbagai segmen, dengan mempertimbangkan tren industri dan kebutuhan pasar. Perseroan juga mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 15 miliar untuk mendukung pengembangan produk, peningkatan produktivitas, serta efisiensi proses manufaktur.
Salah satu wujud nyata dari langkah inovasi ini adalah pengembangan produk C-Pro Airmate yang diaplikasikan ke berbagai kebutuhan, seperti matras rumah sakit, kasur bayi, bantal tidur, hingga bantal leher. Produk ini menggunakan material yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Dengan fondasi yang semakin kuat, manajemen CINT menetapkan target yang lebih ambisius untuk sepanjang 2026. Sejalan dengan strategi tersebut, CINT menargetkan penjualan sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp 560 miliar atau tumbuh 8%, serta laba bersih meningkat sekitar 5% menjadi Rp 35 miliar.
Capaian kuartal I-2026 ini menjadi sinyal awal yang mendukung ketercapaian target tahunan perseroan. Kombinasi antara penguatan segmen inti, ekspansi ke healthcare, dan investasi capex yang terencana diharapkan dapat mendorong laba CINT terus bertumbuh secara konsisten hingga akhir tahun.