BNI Salurkan Kredit Rp919,3 Triliun, Korporasi SOE Naik 59,3% YoY

BNI Salurkan Kredit Rp919,3 Triliun, Korporasi SOE Naik 59,3% YoY
Ilustrasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (https://storage.googleapis.com/storage-ajaib-prd-platform-wp-artifact/2021/10/BBNI.jpg)

JAKARTA — Kredit konsolidasi BBNI tumbuh 20,1% secara tahunan menjadi Rp919,3 triliun per Maret 2026, ditopang segmen wholesale, khususnya kredit korporasi yang melesat 23,5% YoY.

Angka tersebut jauh melampaui posisi Maret 2025 yang tercatat sebesar Rp765,5 triliun. Data ini dipublikasikan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melalui Corporate Presentation 1Q-2026 pada Rabu (29/4/2026).

Segmen korporasi menjadi penopang terbesar dengan portofolio kredit mencapai Rp525,9 triliun. Di dalamnya, Corporate SOE membukukan lonjakan paling mencolok, yakni 59,3% YoY menjadi Rp185,3 triliun, sementara Corporate Private & Institutions tumbuh 10,0% YoY ke level Rp340,6 triliun.

Segmen Middle juga mencatat ekspansi agresif sebesar 37,9% YoY menjadi Rp142,4 triliun. Pertumbuhan ini ditopang terutama oleh kredit Enterprise yang naik 47,4% YoY menjadi Rp83,2 triliun.

Berbeda dengan segmen wholesale yang bergairah, segmen konsumer hanya tumbuh moderat 9,1% YoY menjadi Rp158,0 triliun. Kredit kepemilikan rumah naik 9,3% YoY menjadi Rp73,9 triliun dan kartu kredit tumbuh 11,2% YoY menjadi Rp16,6 triliun.

Segmen kecil menjadi satu-satunya yang paling stagnan, hanya tumbuh 1,0% YoY menjadi Rp75,3 triliun. Penyaluran KUR justru terkoreksi 17,4% YoY menjadi Rp25,4 triliun, meski kredit SME Non-KUR masih mampu tumbuh 14,0% YoY.

Dari sisi imbal hasil, blended loan yield BBNI terkoreksi menjadi 6,9% pada kuartal I-2026, turun dibanding 7,4% pada periode yang sama tahun lalu. Yield korporasi turun ke 6,1% dari sebelumnya 6,5%, sedangkan segmen middle mengalami penurunan lebih dalam dari 8,2% menjadi 7,2%.

Manajemen BBNI menegaskan bahwa meski yield mengalami tekanan, strategi pertumbuhan kredit tetap mengedepankan kualitas aset dengan fokus pada debitur yang memiliki profil risiko terukur.

Komposisi portofolio kredit BBNI per Maret 2026 masih didominasi segmen korporasi dengan porsi 57,2%. Segmen konsumer menempati posisi kedua dengan kontribusi 17,2%, diikuti middle 15,5%, small 8,2%, dan anak usaha 1,9%.

Dibandingkan periode Maret 2025, porsi segmen korporasi dan middle terlihat semakin membesar. Sebaliknya, kontribusi segmen konsumer dan small mengalami penyesuaian ke bawah seiring pergeseran fokus ekspansi perseroan ke segmen wholesale yang dinilai memiliki risiko lebih terukur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index