Pendapatan Tumbuh 10,4%, JSMR Cetak Laba Rp774,7 M di Q1 2026

Pendapatan Tumbuh 10,4%, JSMR Cetak Laba Rp774,7 M di Q1 2026
Ilustrasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) (https://www.industriproperti.com/wp-content/uploads/2023/12/Jasa-Marga-768x507.jpg)

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membukukan laba bersih Rp774,7 miliar pada kuartal pertama 2026, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 10,4% yang mencerminkan ketangguhan fundamental bisnis perseroan di awal tahun ini.

Pendapatan usaha perseroan tercatat sebesar Rp5,1 triliun pada periode Januari–Maret 2026, naik dari realisasi kuartal I 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh 2 komponen utama, yakni pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun yang naik 9,4% secara tahunan, serta pendapatan usaha lain sebesar Rp397,6 miliar yang tumbuh 24,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional," ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Rivan menambahkan, pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA merupakan indikator kuat terjaganya fundamental bisnis perseroan. Capaian tersebut sekaligus mencerminkan kemampuan Jasa Marga dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri jalan tol nasional yang terus berkembang.

EBITDA perseroan pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA berhasil dijaga di level 66,1%, mencerminkan efisiensi operasional yang tetap terkendali meskipun perseroan tengah aktif mengerjakan sejumlah proyek konstruksi strategis.

Dari sisi operasional, volume transaksi jalan tol mencapai 318,8 juta kendaraan sepanjang kuartal I 2026, tumbuh 1,64% secara tahunan. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) tercatat 3,5 juta kendaraan. Jasa Marga saat ini mengoperasikan jaringan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer, merepresentasikan 42% dari seluruh panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Kuartal pertama 2026 juga menjadi momen penting dari sisi jaringan infrastruktur. Perseroan menyiapkan 4 ruas tol yang difungsionalkan tanpa tarif selama periode Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, yakni Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, dan Jakarta–Cikampek II Selatan. Langkah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperluas eksposur jaringan tol Jasa Marga secara nasional.

Sejumlah proyek strategis lain masih terus dalam tahap pembangunan, termasuk Jalan Tol Akses Patimban yang belum difungsionalkan pada periode Lebaran. Pipeline proyek ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan pendapatan tol dalam jangka menengah, mengingat setiap ruas baru yang beroperasi penuh dengan tarif akan langsung berkontribusi pada top line perseroan.

Perbandingan dengan kinerja tahun sebelumnya menunjukkan tren positif yang konsisten. Pada kuartal I 2025, laba bersih JSMR tercatat Rp927,49 miliar, sementara pendapatan usaha sebesar Rp4,58 triliun. Meski laba bersih sedikit lebih rendah di kuartal I 2026, pertumbuhan pendapatan usaha yang lebih kuat di 2026 mencerminkan ekspansi top line yang semakin matang seiring bertambahnya portofolio tol beroperasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index