Kinerja NISP Q1 2026: Laba Rp1,36 T, Kredit Tembus Rp171 Triliun

Kinerja NISP Q1 2026: Laba Rp1,36 T, Kredit Tembus Rp171 Triliun
Ilustrasi PT Bank OCBC NISPTbk (NISP) (https://www.kabarbursa.com/uploads/covers/1769746184-697c2f0851213.webp)

JAKARTA – Bank OCBC NISP (NISP) cetak laba bersih Rp1,36 triliun di Q1 2026, tumbuh 5% secara tahunan, ditopang pendapatan operasional yang naik 6% year-on-year dan ekspansi kredit yang tetap positif di tengah dinamika ekonomi global.

PT Bank OCBC NISP Tbk membuka 2026 dengan kinerja yang terukur. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, pertumbuhan laba ditopang oleh penguatan di sisi intermediasi, pendanaan, dan layanan digital yang semuanya bergerak searah secara bersamaan.

"Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimistis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan Bank di tengah dinamika ekonomi," ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC, dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Parwati menambahkan, perseroan melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal 2026, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana. Menurutnya, peningkatan rasio CASA mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin menguat terhadap layanan perseroan.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp171 triliun pada kuartal I 2026. Kualitas kredit tetap berada dalam kondisi terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto (NPL gross) di level 2,1 persen, sementara rasio loan at risk (LaR) membaik dari 5,4 persen menjadi 5,3 persen dengan pencadangan NPL yang memadai di 221,8 persen.

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 4 persen secara tahunan. Pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh penguatan rasio giro dan tabungan (CASA) yang naik ke level 61,9 persen, menandakan loyalitas dan kepercayaan nasabah yang semakin solid.

Total aset OCBC tercatat meningkat 7 persen secara tahunan menjadi Rp312,9 triliun per akhir Maret 2026. Penguatan aset ini sejalan dengan ekspansi bisnis yang dijalankan secara konsisten dan didukung permodalan yang sehat.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat di angka 25 persen, memberikan ruang ekspansi yang cukup luas bagi perseroan ke depan. Likuiditas pun terjaga kuat dengan rasio kecukupan likuiditas (LCR) berada di level 236,7 persen, jauh di atas ambang regulasi minimum.

Di lini digital, total nilai transaksi melalui e-channel tumbuh 15 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan perbankan digital di kalangan nasabah, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem mobile banking perseroan.

Kinerja kuartal I 2026 ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya, di mana OCBC membukukan laba bersih Rp5,1 triliun sepanjang tahun buku 2025, tumbuh 4 persen dengan Return on Equity (ROE) sebesar 12,2 persen. Fondasi yang dibangun sepanjang 2025 tersebut tampak menjadi penopang kokoh bagi stabilitas kinerja perseroan di awal tahun ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index