JAKARTA – Goldman Sachs menaikkan proyeksi pertumbuhan laba per saham untuk STOXX Europe 600 pada 2026 menjadi 15% dari sebelumnya 10%. Langkah tersebut diambil dengan alasan kuatnya laporan keuangan kuartal kedua serta kondisi ekonomi yang masih tangguh.
Bank investasi ini memperkirakan pertumbuhan PDB riil global melambat menjadi 2,5% secara tahunan pada 2026 akibat tekanan kenaikan harga energi pascakonflik di Timur Tengah. Sementara itu, inflasi inti global diproyeksikan berada di angka 2,8% pada akhir tahun seiring meredanya dorongan tarif dan dampak penerusan harga energi.
Untuk Amerika Serikat, Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB riil sebesar 2,1% secara kuartal keempat atas kuartal keempat pada 2026. Angka tersebut mencerminkan belanja konsumen yang terbatas, namun terdorong oleh booming kecerdasan buatan (AI) melalui peningkatan kekayaan ekuitas dan belanja modal.
Inflasi PCE inti AS diperkirakan menyentuh 2,9% pada Desember 2026 yang didorong efek tarif, penerusan harga energi, serta permintaan AI sebelum turun mendekati 2% pada 2027. Di sisi lain, tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di angka 4,4% pada 2026.
Lembaga keuangan tersebut memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakan di kisaran 3,5% hingga 3,75% sepanjang sisa tahun 2026.
Di kawasan Euro, Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB riil sebesar 0,8% secara kuartal keempat atas kuartal keempat pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh data aktivitas yang tangguh meskipun dibayangi tingginya harga energi dan lemahnya kepercayaan konsumen.
Inflasi inti di kawasan tersebut diperkirakan memuncak di angka 2,7% secara tahunan pada kuartal pertama 2027 akibat dampak harga energi, sebelum akhirnya melandai ke 2,0% pada akhir 2028.
Di samping itu, bank ini memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada September hingga mencapai puncaknya di angka 2,5%. Kendati demikian, risiko condong ke arah pengetatan yang lebih lanjut.
Untuk China, Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB riil sebesar 4,6% secara tahunan pada 2026 seiring peningkatan belanja fiskal dan ekspor yang tangguh. Kendati demikian, kondisi tersebut masih menghadapi tantangan berupa lemahnya permintaan domestik.
Inflasi CPI dan PPI China diperkirakan naik masing-masing menjadi 1,0% dan 2,0% secara tahunan pada tahun ini. Kenaikan tersebut sebagian besar dipicu oleh penerusan harga komoditas global.
Goldman Sachs menyatakan sedang memantau secara ketat perkembangan konflik di Timur Tengah. Hal ini mengingat dinamika berita yang terus berubah, terutama yang berkaitan dengan kelancaran aliran minyak di kawasan tersebut.