JAKARTA – Inisiatif pembiayaan berskala besar untuk infrastruktur AI yang diumumkan oleh Nvidia dan Broadcom memperlihatkan tingginya permintaan dalam jangka pendek. Meskipun demikian, Wolfe Research menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang bagi kedua perseroan.
Nvidia (NASDAQ:NVDA) mendirikan platform pembiayaan komputasi bermitra dengan Blackrock, Blackstone, Brookfield, Goldman Sachs, serta KKR guna menjaring modal pihak ketiga lebih dari $500 miliar demi pengembangan infrastruktur AI. Melalui unggahan di X, CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan bahwa perusahaan memiliki opsi untuk menjamin hingga $125 miliar atau setara 25% dari potensi kesepakatan tersebut.
Sementara itu, Broadcom (NASDAQ:AVGO) baru-baru ini meluncurkan skema pembiayaan XPV menggandeng Apollo dan Blackstone untuk pembelian XPU oleh Anthropic dan OpenAI. Platform ini akan memungkinkan kapasitas komputasi lebih dari 20GW hingga 2028, dengan tahap awal sebesar $35 miliar untuk 1GW kapasitas Anthropic pada pertengahan 2026. Broadcom turut memberikan jaminan nilai residual sebesar $30 miliar untuk tahap senilai $36 miliar tersebut.
Bagi Broadcom, pembiayaan XPV sebesar 20GW akan setara dengan kapasitas 14GW untuk OpenAI dan Anthropic pada 2028. Berdasarkan harga $10-15 miliar per GW, hal itu mengindikasikan potensi pendapatan sebesar $140-200 miliar dari dua pelanggan tersebut, dibandingkan dengan total konsensus pendapatan Broadcom sekitar $245 miliar pada 2028.
Di sisi Nvidia, dengan asumsi perusahaan menguasai sekitar 70% pengeluaran di pusat data berbasis Nvidia, pembiayaan tersebut akan menghasilkan pendapatan sebesar $350 miliar jika terealisasi. Angka itu hampir setara dengan seluruh konsensus pendapatan fiskal 2027 Nvidia sebesar $393 miliar dan sekitar 60% dari konsensus pendapatan fiskal 2028 sebesar $565 miliar.
Wolfe Research mencatat bahwa biaya token dan tingkat hunian untuk perangkat keras lama tetap tinggi meskipun perangkat keras baru telah tersedia. Platform Ampere milik Nvidia, yang dirilis enam tahun lalu, masih sepenuhnya dimanfaatkan dengan harga token yang tetap kuat.