JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan tren penguatannya selama delapan hari beruntun pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG melonjak 0,91% atau bertambah 56,24 poin menuju level 6.231.78 pada penutupan perdagangan Senin (20/7/2026).
Total volume perdagangan saham di BEI pada hari tersebut menembus 35,11 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,25 triliun. Tercatat ada 399 saham yang mengalami kenaikan, 210 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan.
Berikut merupakan ulasan serta analisis teknikal untuk beberapa saham pada perdagangan Selasa (21/7/2026) dari sejumlah analis:
1. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) "Secara teknikal, SMGR masih bergerak dalam fase rebound dan sedang menguji area resistance 1.530. Indikator MACD yang masih bergerak naik menunjukkan momentum penguatan masih terjaga. Apabila mampu breakout di atas 1.530 dengan didukung peningkatan volume, maka peluang melanjutkan penguatan menuju 1.575–1.630 semakin terbuka," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada perdagangan Senin (20/7/2026), harga saham SMGR ditutup tak berubah dibandingkan hari sebelumnya, yaitu berada pada level Rp 1.505 per saham. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan rekomendasi Buy on Breakout dengan support di Rp 1.480 dan target harga di Rp 1.630.
2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) "Pergerakan harga saham INKP membentuk fase bullish consolidation didukung Stochastics K_D dan RSI yang menunjukkan sinyal positif," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada penutupan perdagangan Senin (20/7/2026), saham INKP menguat 2,30% dari hari sebelumnya ke posisi Rp 7.800 per saham. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyarankan rekomendasi Add dengan support Rp 7.450 serta resistance Rp 8.350.
3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) "Pertimbangan terhadap pergerakan saham MAPI yakni muncul hanging man candle dengan RSI melemah dan stochastic dan volume perdagangan menurun, rawan koreksi jika gagal break 1510-1550," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Saham MAPI tercatat melemah 0,99% dibandingkan hari sebelumnya ke posisi Rp 1.505 per saham pada perdagangan Senin (20/7/2026). Analis menetapkan rekomendasi Sell On Strength untuk saham ini dengan support di Rp 1.445 dan resistance di Rp 1.550.