JAKARTA – Saham Oversea-Chinese Banking Corp (SGX:OCBC) melonjak ke rekor tertinggi pada Selasa, melanjutkan penguatan setelah bank asal Singapura ini melaporkan laba kuartal kedua yang lebih kuat dari perkiraan.
Indeks FTSE Straits Times Singapura naik 0,96% ke level 5.752,87, mencetak rekor tertinggi baru, sementara OCBC melonjak 3,76% ke S$31,44 setelah juga menyentuh rekor tertinggi. Bank ini melanjutkan reli pasca-laporan keuangan karena investor terus melirik saham-saham perbankan Singapura menyusul serangkaian hasil kuartalan yang kuat.
Saham ini sebelumnya telah melonjak sekitar 3% ke rekor S$30,19 setelah rilis laporan keuangan pada Senin dan terus bergerak lebih tinggi.
OCBC melaporkan laba bersih kuartal kedua sebesar S$2,22 miliar, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui ekspektasi pasar. Hasil ini didorong oleh lonjakan tajam dalam pendapatan non-bunga, khususnya dari segmen manajemen kekayaan, yang membantu meredam dampak penurunan pendapatan bunga bersih seiring meredanya suku bunga.
Pendapatan manajemen kekayaan mencapai rekor S$3,29 miliar pada paruh pertama tahun ini, mencerminkan aktivitas nasabah yang kuat dan permintaan yang terus tumbuh terhadap layanan manajemen kekayaan berbasis Singapura. Pendapatan non-bunga melonjak 51% dalam kuartal tersebut, sementara bank juga menaikkan proyeksi pertumbuhan kreditnya.
Kinerja pendapatan berbasis biaya yang kuat ini membantu mengimbangi tekanan pada margin pinjaman. OCBC, seperti bank-bank sejawatnya di Singapura, melaporkan penurunan margin bunga bersih pada kuartal kedua seiring suku bunga yang lebih rendah menekan pendapatan dari pinjaman konvensional.
Hasil ini memperkuat tema yang lebih luas di kalangan bank-bank Singapura, di mana pertumbuhan pendapatan manajemen kekayaan dan pendapatan berbasis biaya menjadi penyangga dari dampak suku bunga yang lebih rendah.
DBS juga melaporkan laba kuartal kedua yang mencetak rekor awal bulan ini, sementara UOB membukukan kenaikan laba bersih sebesar 10% secara tahunan.
OCBC juga mengumumkan dividen interim sebesar S$0,47 per saham, naik dari S$0,41 pada tahun sebelumnya.