JAKARTA – Saham-saham Eropa menguat tipis pada hari Jumat dan tetap berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan terkuat sejak akhir Juni. Kenaikan ini didukung oleh musim pelaporan laba korporasi yang gemilang yang telah mendorong indeks-indeks regional ke level tertinggi sepanjang masa secara berturut-turut.
Indeks Stoxx Europe 600 pan-Eropa naik 0,6% pada pukul 17.40 WIB. Indeks acuan ini diproyeksikan membukukan kenaikan lebih dari 1,4% dalam sepekan kinerja lima hari terbaik dalam hampir enam minggu seiring investor menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap neraca keuangan Eropa dan arah suku bunga bank sentral.
DAX Jerman naik 0,7%, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 London masing-masing menguat 0,7% dan 0,4%.
Indeks-indeks acuan Eropa telah menembus level rekor sepanjang pekan ini. Capaian ini ditopang oleh laporan kinerja kuartal kedua yang solid di sektor farmasi, infrastruktur energi, dan telekomunikasi.
Secara agregat, pertumbuhan laba STOXX 600 kini tercatat hampir 21% secara tahunan revisi naik yang signifikan dari estimasi ekspansi 12,5% di awal kuartal. Hal ini memberikan justifikasi fundamental yang kuat bagi para pelaku pasar untuk tetap berinvestasi.
Kenaikan mingguan yang lebih luas juga didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah seiring harga minyak mentah yang mundur dari puncak terbarunya. Kondisi tersebut meringankan tekanan biaya di sektor-sektor yang padat energi.
Namun, risiko geopolitik kembali muncul dalam perdagangan hari Jumat.
Sentimen pasar berbalik hati-hati setelah muncul laporan bahwa anggota parlemen Iran tengah mengkaji rancangan undang-undang awal yang secara resmi akan melarang kapal-kapal dari AS, Israel, dan negara-negara lain yang ditetapkan sebagai "musuh" sebagaimana dilansir dari berita sumber untuk melintasi Selat Hormuz jalur pengiriman vital yang menjadi lintasan seperlima pasokan minyak dunia. Perkembangan legislatif ini mengancam akan memperumit upaya mediasi diplomatik yang dipimpin Oman dan Qatar guna memulihkan keamanan maritim.
Di antara saham-saham individual, saham Genel naik 12% setelah menolak tawaran pengambilalihan.
Genmab melonjak hampir 10% setelah perusahaan farmasi tersebut menaikkan proyeksi kinerja sepanjang tahun.
Perusahaan sejenis, Novo Nordisk, Abivax, dan Zealand Pharma masing-masing menguat antara 3% hingga 5%.
Kingspan melonjak 15,8% setelah menaikkan proyeksi labanya didorong oleh permintaan dari pusat data.
Sementara itu, para pelaku perdagangan global bersiap menghadapi laporan nonfarm payrolls Juli dari Departemen Tenaga Kerja AS. Para ekonom memproyeksikan pemulihan penciptaan lapangan kerja di AS disertai tingkat pengangguran yang tidak berubah di level 4,2%, yang akan mengkonfirmasi ketahanan pasar tenaga kerja sekaligus menjaga fokus Federal Reserve pada upaya meredam inflasi.
Pasar keuangan saat ini memperkirakan peluang yang hampir seimbang untuk kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16 September mendatang.
Para investor Eropa memantau dengan cermat data ketenagakerjaan Amerika untuk mengukur apakah kuatnya perekonomian AS secara berkelanjutan akan berdampak pada kebijakan moneter global dan menjaga biaya pinjaman tetap tinggi di pasar internasional hingga musim gugur mendatang.