Pefindo Tegaskan Peringkat idA- Stabil untuk INPP dan Ini Pendukungnya

Pefindo Tegaskan Peringkat idA- Stabil untuk INPP dan Ini Pendukungnya
Ilustrasi pefindo (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- dengan prospek stabil untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP).

Peringkat tersebut didukung oleh pendapatan berulang yang kuat, kualitas aset yang baik, serta posisi perusahaan yang solid di industri properti dan perhotelan.

Analis Pefindo Tsanya Chindra dan Naomi Sihombing mengatakan, peringkat tersebut juga mencerminkan kekuatan merek jaringan hotel yang dimiliki INPP.

"Pefindo menegaskan peringkat idA- dengan prospek stabil untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)," tulis Tsanya dan Naomi dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Pefindo, peringkat INPP didukung oleh pendapatan berulang (recurring income) yang kuat, posisi pasar yang baik dengan kualitas aset yang solid, serta kekuatan merek jaringan hotel yang dikelola perusahaan.

Meski demikian, terdapat sejumlah faktor yang membatasi peringkat tersebut. Di antaranya adalah profil keuangan perusahaan yang masih moderat, risiko terkait pengembangan proyek-proyek baru, serta potensi gangguan terhadap sektor perjalanan akibat berbagai peristiwa tertentu yang dapat memengaruhi kinerja bisnis.

Ke depan, Pefindo membuka peluang kenaikan peringkat apabila INPP mampu memperbaiki metrik kredit secara berkelanjutan melalui penerapan kebijakan keuangan yang lebih konservatif.

Selain itu, peningkatan peringkat juga dapat terjadi jika perusahaan berhasil memperluas portofolio propertinya sehingga meningkatkan skala operasional, dengan tetap mempertahankan kapasitas deleveraging yang kuat.

Sebaliknya, Pefindo menyebut peringkat dapat diturunkan apabila pendapatan maupun EBITDA perusahaan berada jauh di bawah proyeksi.

Penurunan peringkat juga berpotensi terjadi jika INPP menambah utang secara signifikan melebihi proyeksi tanpa diimbangi peningkatan kemampuan menghasilkan laba, sehingga menyebabkan metrik keuangan memburuk secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index