Bursa Asia Melema Pasar Cermati Prospek Damai Iran dan Suku Bunga The Fed

Bursa Asia Melema Pasar Cermati Prospek Damai Iran dan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi bursa saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa saham kawasan Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026), akibat meredanya reli optimisme di sektor kecerdasan buatan (AI).

Di saat yang sama, harga minyak bumi bergerak stabil sementara pelaku pasar memantau potensi kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat (AS).

Indeks MSCI Asia Pasifik non-Jepang mengalami penurunan sebesar 0,69 persen akibat terseret sektor teknologi.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 3,64 persen dan indeks Nikkei 225 Jepang menyusut 1,57 persen.

Di Seoul, saham Samsung Electronics melemah 2,44 persen serta SK Hynix turun 6,95 persen.

Adapun di Tokyo, saham Kioxia merosot 9,61 persen dan Tokyo Electron ikut terkoreksi 4,61 persen.

Trend penurunan di bursa Asia ini mengekor pelemahan bursa Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks Nasdaq menghentikan relinya setelah saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) mengalami penurunan pascapublikasi laporan keuangan.

Walaupun SpaceX mencatatkan pengembalian investasi AI yang cepat, investor ragu bisnis Starlink sanggup membiayai belanja modal pusat data secara terus-menerus.

Di sisi lain, capaian kinerja AMD meski melampaui prediksi analis tetapi belum memenuhi ekspektasi tinggi para pemodal.

Pada pasar energi, laporan Reuters menyebutkan rancangan kesepakatan Iran dan Oman akan menyerahkan kendali kapal di Selat Hormuz kepada Teheran guna mengakhiri konflik lima bulan dengan AS.

Penyerahan kontrol navigasi tersebut dianggap sebagai bentuk konsesi terbesar yang diperoleh pihak Iran.

Pergerakan harga minyak cenderung stabil pada level USD70 per barel.

Harga minyak Brent melemah 0,18 persen ke level USD79,31 per barel, serta WTI turun 0,35 persen menjadi USD74,96 per barel.

Analis Senior Geo-Ekonomi Commonwealth Bank of Australia, Madison Cartwright, memperkirakan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz berpeluang tercapai awal September meski ia masih ragu akan terwujud dengan cepat.

"Iran masih memiliki daya tawar yang kuat dan kemungkinan akan meminta konsesi tambahan dari AS dalam setiap kesepakatan baru," tulis Cartwright dalam catatannya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini para pelaku pasar sedang menanti rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS pada Jumat (7/8/2026).

Data ADP menunjukkan sektor swasta AS cuma menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, melambat dari 95.000 pada Juni dan 25.000 lebih rendah dari estimasi.

Survei ekonom oleh Reuters menargetkan laporan pemerintah AS mencatat penambahan 80.000 lapangan kerja pada Juli setelah tumbuh 57.000 pada Juni.

Tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan stabil pada angka 4,2 persen.

Berdasarkan indikator CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September terukur sebesar 54 persen, menyusut dari 58 persen di hari sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index