Analis Rekomendasi Beli Saham TPIA Prajogo Pangestu Target Rp 6.200

Analis Rekomendasi Beli Saham TPIA Prajogo Pangestu Target Rp 6.200
Ilustrasi saham petrokimia (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Agustus 2026. Meski begitu, berkat laporan kinerja yang cemerlang, analis tetap menyarankan beli untuk saham milik Prajogo Pangestu ini dengan target harga di atas Rp 6.000, atau sekitar tiga kali lipat dari posisi saat ini sebesar Rp 2.060.

Pada transaksi Rabu 5 Agustus 2026, harga saham TPIA ditutup di level Rp 2.060 setelah melemah 10 poin atau 0,48 persen secara harian. Jika dihitung dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir, saham besutan Grup Barito dan kepemilikan langsung Prajogo ini tercatat terkoreksi 120 poin atau 5,50 persen.

Apabila diukur dari awal tahun, pergerakan saham TPIA sudah terdepresiasi sebesar 71 persen. Padahal pada setahun sebelumnya, harga saham emiten ini sempat menyentuh level Rp 9.000-an.

Di tengah kejatuhan harga sahamnya, perusahaan petrokimia tersebut justru berhasil memulihkan kondisi finansialnya pada semester I-2026. Perusahaan milik Grup Barito ini mencatatkan laba bersih mencapai US$ 283 juta, berbalik dari kondisi rugi pada periode yang sama tahun lalu.

Langkah pemulihan tersebut disokong oleh melesatnya perolehan dari lini bisnis energi serta perbaikan performa yang terus berjalan di divisi kimia.

Berdasarkan laporan riset terbarunya, Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengungkapkan bahwa TPIA mengantongi laba bersih sebesar US$ 137 juta pada kuartal II-2026. Walau angka itu sedikit menyusut sekitar 6 persen secara kuartalan lantaran adanya penyesuaian margin di bisnis energi, pencapaian tersebut memperlihatkan arah pemulihan yang sangat kuat dibanding tahun sebelumnya.

Dari segi penerimaan, TPIA berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang solid selama kurun enam bulan pertama tahun 2026. Total pendapatan perseroan melesat hingga 84 persen secara tahunan menjadi US$ 5,35 miliar.

Adapun khusus pada kuartal II-2026, realisasi pendapatan tercatat US$ 2,95 miliar, atau naik 23 persen dari kuartal sebelumnya serta melonjak 29 persen jika dibandingkan secara tahunan.

Sektor energi tampil sebagai motor utama penyumbang pertumbuhan omzet perseroan.

Pendapatan dari segmen energi di kuartal II-2026 berhasil menyentuh US$ 1,88 miliar, atau tumbuh 29 persen ketimbang kuartal sebelumnya.

Walau demikian, margin dari lini energi mengalami penyesuaian menjadi 18 persen dari angka 38 persen pada kuartal I-2026. Terjadinya penyusutan margin ini dipengaruhi oleh kalkulasi ulang harga bahan baku minyak mentah (crude oil).

Meskipun tingkat margin menurun, peranan lini usaha energi tetap menjadi penyokong utama daya cetak laba perusahaan.

Di lain sisi, lini bisnis kimia turut memperlihatkan pemulihan operasional yang kian meyakinkan.

Pendapatan divisi kimia melonjak 38 persen secara kuartalan hingga mencapai US$ 1,50 miliar pada kuartal II-2026. Kenaikan omzet ini terdorong oleh pulihnya harga jual produk polypropylene (PP) dan polyethylene (PE).

Membaiknya harga jual produk tersebut secara langsung berhasil memangkas kerugian operasional secara signifikan. Dari yang sebelumnya menanggung rugi operasional US$ 148 juta pada kuartal I-2026, divisi kimia mampu menekan kerugian menjadi tersisa US$ 21 juta pada kuartal II-2026.

Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan menilai TPIA berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan dinamika rantai pasok global serta potensi stabilitas margin pemurnian di level US$ 15 per barel.

Transformasi TPIA menjadi perusahaan yang terintegrasi di bidang energi, kimia, dan infrastruktur dipandang sebagai pendorong positif bagi pertumbuhan jangka panjang.

Strategi diversifikasi tersebut membuat TPIA tidak lagi semata-mata bergantung pada perputaran siklus industri petrokimia, melainkan bertransformasi menjadi emiten dengan pilar pertumbuhan yang lebih bervariasi.

Menanggapi prospek cerah tersebut, Sucor Sekuritas memilih untuk mempertahankan rekomendasi buy untuk saham TPIA dengan target harga di level Rp 6.200 per saham.

Patokan target harga tersebut didasari oleh prospek membaiknya bisnis kimia, sokongan kokoh dari divisi energi, serta ekspansi portofolio usaha yang diyakini mampu menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan.

Sucor Sekuritas memproyeksikan hingga pengujung tahun 2026, total pendapatan TPIA akan menyentuh US$ 10,87 miliar dengan raihan laba bersih sebesar US$ 668 juta.

Sementara untuk tahun 2027, proyeksi pendapatan diperkirakan naik mencapai US$ 11,43 miliar, dengan estimasi laba bersih yang tumbuh menjadi US$ 795 juta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index