Laba PIK2 Melonjak 483,78 Persen, Saham PANI Jadi Rekomendasi

Laba PIK2 Melonjak 483,78 Persen, Saham PANI Jadi Rekomendasi
Ilustrasi marketing sales (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berhasil membukukan lonjakan laba bersih hingga ratusan persen sepanjang paruh pertama tahun 2026. Emiten properti yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma alias Aguan ini meraup laba bersih sebesar Rp 1,68 triliun per kuartal II 2026, melesat 483,78% year on year (YoY) dari nilai sebelumnya Rp 285,86 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut dipicu oleh raihan pendapatan neto yang mencatatkan angka Rp 2,92 triliun pada kuartal II 2026. Capaian ini menunjukkan kenaikan 77,61% dari periode sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 1,64 triliun.

Penyumbang terbesar berasal dari segmen penjualan tanah dan bangunan senilai Rp 2,86 triliun. Sementara itu, segmen sewa menyumbangkan Rp 34,77 miliar dan segmen lainnya memberikan kontribusi Rp 25,56 miliar.

PANI turut mencatatkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales mencapai Rp 1,9 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut setara dengan 45% dari target tahunan PANI serta mengalami kenaikan 66% YoY.

”Ini didorong dengan beragam produk serta ekosistem kawasan terpadu PIK2 yang semakin matang dan bernilai tinggi,” ujar Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan, dalam keterbukaan informasi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim memaparkan bahwa lonjakan laba PANI yang lebih tinggi pada kuartal II 2026 terjadi akibat pengakuan pendapatan atas penjualan lahan senilai Rp 1,2 triliun kepada PT Centerindo Tiga.

“Sedangkan, peningkatan presales dari PANI didorong oleh permintaan residensial yang masih kuat di kota PIK2, didukung juga oleh low base dari tahun lalu,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Kevin, tren positif dari kinerja presales PANI bakal berlanjut pada semester II seiring percepatan proyek krusial seperti NICE dan jalan tol KATARAJA.

Meski demikian, peningkatan laba yang sangat signifikan pada kuartal ini tergolong bersifat one off karena ditopang oleh pengakuan pendapatan dari penjualan lahan Rp 1,2 triliun tersebut.

“Secara fundamental, PANI memiliki balance sheet yang kuat dengan pertumbuhan presales yang masih prospektif dalam jangka panjang,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kevin pun memberikan rekomendasi beli untuk saham PANI dengan target harga berada di level Rp 9.800 per saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index